Posted by: renimaldini on: Mei 24, 2008
|
Tanggal Lahir |
26/06/1968 |
|
Tempat Lahir |
Milano |
|
Kewarganegaraan |
Italy |
|
Tinggi |
186 Centi Meter |
|
Berat |
85 Kilogram |
|
Posisi |
Pertahanan |
|
Nomor Punggung |
3 |
Didunia pesepakbola internasional, siapa tidak kenal Paola Maldini. Putra mantan Pelatih Timnas Italia Cesare Maldini ini bisa disebut sebagai legenda sepekabola. Pria kelahiran 26 Juni 1968 ini dikenal sangat loyal, pintar dan punya jiwa kepemimpinan. Terbukti dari sepanjang kariernya dikancah sepakbola, suami dari mantan model Italia Adriana ini hanya mencicipi satu klub saja, yaitu “Rossoneri” AC Milan.
Sejak pensiun dari Timnas Italia—setelah Piala Dunia 2002–-Maldini mempunyai tekad untuk fokus untuk Rossoneri. Dia tahu, umurnya yang sudah tidak muda lagi—kalah saing dengan pemain-pemain muda—dan Maldini ingin memberikan kesempatan kepada para juniornya untuk tampil di Timnas Italia.
Hingga musim 2007/2008 ketika usianya menginjak angka 40, Maldini masih dipercaya oleh sang Presiden Klub Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani untuk berkostum Merah Hitam. Bahkan sang allenatore Carlo Ancelloti masih mempercayakan Madini duet dengan tandemnya di Timnas Italia Allesandro Nesta.
Sayang, usia dan cedera yang sering menghampirinya, membuat pria yang pernah menjadi model Giorgio Armani ini hanya menyaksikan dipinggir lapangan. Maldini yang merumput pertama kali dengan tim senior Milan tanggal 20 Januari 1985 saat pertandingan melawan Udinese sudah banyak meraih penghargaan—bersama Milan—dikancah domestik dan luar.

Bersama AC Milan, Maldini sukses merebut scudetto Serie A Liga Italia sebanyak 7 kali, kemudian menjadi juara Piala Champion sebanyak 5 kali—prestasi luar biasa bagi sang legenda—karena meraihnya bersama satu klub saja.
Sayang, torehan prestasi bersama AC Milan tidak didapatnya bersama Timnas. Maldini yang memulai debut di Timnas ketika melawan Yugoslavia pada 31 Maret 1988 pernah mencicipi trofi Piala Dunia. Debut terakhirnya bersama Timnas—ketika Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan—diakhiri dengan tangisan sang legenda. Secara menyakitkan Maldini harus angkat koper lebih cepat ketika kalah melwan tuan rumah Korea Selatan.
Ketika di Timnas posisinya tak tergoyahkan hingga akhir karir internasionalnya. Ban kapten dipercayakan oleh rekan-rekannya. Wajah tampan, kepemimpinan yang elegan, membuat rekan-rekannya hormat kepada ayah dua putra ini. Bahkan ketika sang ayah Cesare Maldini menjadi Pelatih Timnas, Maldini tetap dipercaya menjadi kapten.

Sekarang diusianya yang sudah 40, Maldini masih akan bermain satu musim lagi di San Siro. Sungguh-sunguh sangat menakjubkan—menilik ketatnya persaingan diajang paling bergengsi ini. Meskipun untuk musim 2008/2009 AC Milan hanya bermain di Piala UEFA—setelah hanya berada di posisi ke 5 pada akhir musim—Maldini masih setia dengan Milan. Sebagai pencinta AC Milan dan pengagum Maldini, saya berharap Maldini bisa membawa Rossoneri ke kancah Liga Champion tahun depan. Tentunya meraih scudetto.
Sampai sekarang Paolo Maldini masih menjadi pemain idola saya. Ketika orang bertanya, “Reni kenapa suka Maldini? Kan sudah tua. Apa yang menaraik dari Maldini. Dak paten?” . Saya tidak tahu jawabannya. Semua bercampur jadi satu. entah kharisma apa yang ada dalam dirinya, hingga saya mengidolakannya sebagai pemain bola paling oke di dunia. Semoga suatu saat nanti saya dapat bertemu dengan Maldini…Semoga—ada yang ingin membawa saya tur ke San Siro dan ketika itu Maldini tidak lagi menjadi pemain. Maldini sudah berdiri di pinggir lapangan dan menginstruksikan rekan-rekannya. Semoga saya bisa ketemu Maldini. Amin…
Paola maldini ,,,,, Saya Suka Kamu,Semoga Banyak dari pemain2 Muda yang mengikuti Jejakmu. Kapan Saya Bisa Ketemu Kamu? Entahlah………….
Oktober 27, 2008 pada 8:16 pm
Amien… Saya doain. Maldini juga idola saya, selamanya… I love him so much. Paolo e numero uno. Sayang banget dia nggak mau jadi pelatih. entah bakal liat dia lagi apa nggak setelah dia pensiun