Rebutan Minyak Goreng


Rebutan migor depan kantor wakoBerangkat dari rumahnya di Jalan Karet Kelurahan Purus, Zaidar (69) langsung menuju Kantor Balaikota Padang. Tujuannya bukan menghadap walikota atau wakil walikota, tapi dia hanya ingin memeli minyak goreng dengan harga murah dari Operasi Pasar (OP) yang digelar tepat di depan Balaikota Padang. Sayang, setelah satu jam menanti, ibu tua ini tidak kebagian. Padahal uang yang dibawanya pas-pasan untuk membeli minyak goreng sebanyak 3 liter.

“Lah panek ibuk tagak disiko tapi indak juo kabagian do. Ibuk diagiah tahu dek tetangga ado OP di siko. Kapatang-kapatang ibuk alun ado mambali lai. Soal nyo harga minyak goreng masih Rp11.000/kg. Tapi kini alah sampai Rp12.500/kg,” ujar Zaidar dengan wajah lesu.


Dari pantauan Rabu (5/3), warga kota Padang terutama ibu-ibu rebutan membeli minyak goreng di depan Kantor Balaikota, tempat digelarnya OP. Hanya 2 jam, 60 dus minyak goreng yang disediakan PT Incasi Raya ludes dibeli warga. Tidak hanya Zaidar yang kecewa, tapi puluhan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah menunggu sejak jam 9.00 WIB pagi  harus menelan kekecewannya karena tidak kebagian.

“Seharusnya dibuat sistem antri. Sehingga kita yang sudah menunggu dari pagi kebagian. Kalau sekarang kan tidak tertib, saling rebutan dan dorong. Kasihan ibu-bu yang sudah tua mereka tidak kebagian,” kata Murni (45) yang juga tidak kebagain minyak goreng.

Murni sangat berharap OP minyak goreng bisa berlangsung terus. Harga minyak goreng yang terus melambung hingga Rp12.500/kg sangat dikeluhkan oleh warga. “Mudah-mudahan pemerintah mendengar keluhan kami rakyat kecil ini. Disaat harga kebutuhan poko terus naik ada baiknya mereka turun ke lapangan dan melihat kondisi rakyatnya,” imbuh Murni.

Sementara Ferdi petugas lapangan PT Incasi Raya yang ditemui POSMETRO mengaku, untuk hari ini petugas cukup kealahan dengan banyaknya warga yang datang membeli. Menurutnya sejak OP digelar di depan Kantor Balaikota sejak pertengan Februari lalu, baru hari ini terjadi rebutan warga membeli minyak goreng.

“Kita membatasi pembelian hanya 3 liter/orang, agar seluruh warga kebagian. Satu liter kita jual Rp8.500. Harga ini jauh lebih murah dengan harga minyak goreng yang sekarang sudah Rp12.500,” kata Ferdi.

OP minyak goreng ini, jelas Ferdi akan berlangsung sampai tanggal 12 Maret. Namun jika Pemko meminta OP diperpanjang, hal itu bisa dilakukan karena stok meinyak goreng masih banyak,” jelasnya.
//Perpanjang OP//
Wakil Walikota Drs H Yusman Kasim MM, yang ditemui di Balaikota kemarin menyebutkan, Pemko akan tetap melakukan OP minyak goreng selama warga masih menginginkannya. Apalagi harga minyak goreng terus merangkak naik. Kenaikan minyak goreng, tambah Yusman tidak bisa dihalangi oleh pemerintah karena harga minyak dunia yang naik.


“Pemko hanya bisa membuat kebijakan untuk melakukan OP. Dengan adanya OP setidaknya kita sudah membantu warga. Jika harga minyak goreng belum stabil, kita akan memperpanjang OP ini,” katanya. (ren)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s