WC Berjimat


Wako sidak WC blogWC dan kamar mandi masih menjadi ajang favorit bagi siswa untuk berbagi kunci jawaban soal. Lokasi WC yang biasanya terletak di belakang sekolah merupakan tempat yang “aman” untuk siswa untuk mencontek dan mencari jawaban soal. Pada pelaksanaan hari ke 2 Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA /SMK di Kota Padang, ditemukan coretan di dinding WC yang diindikasikan sebagai kunci jawaban.

Dari pantauan POSMETRO, Rabu (23/4) di SMA 6 Padang, ditemukan coretan di dinding WC yang mirip dengan kunci jawaban soal. Di dinding tersebut tertulis “2008 Matematika A”. Deretan huruf C, D, A, B terlihat mirip dengan susunan kunci jawaban. Namun, belum dapat dipastikan, apakah susunan huruf dan angka ini merupakan kunci jawaban dari salah satu mata pelajaran yang diuji pada UN sejak Selasa (21/4) kemarin.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA 6 Padang Drs Yunisra yang juga meninjau WC ketika berlangsung ujian sesi-2 itu, terlihat kaget dengan adanya deretan huruf yang mirip kunci jawaban  di sekolahnya tersebut. “Belum pasti itu kunci jawaban soal. Wah ini pasti kerjaan dan ulah anak-anak,” tukas Yunisra yang berlilah bahwa tulisan di dinding itu kunci jawaban yang dibaut siswa SMA 6.

Dari dinding tersebut, tidak hanya deretan jawaban dari mata pelajaran Matematika, namun mata pelajaran Ekonomi dan Sosiologi juga tertera. “Bagaimana mungkin itu jawabannya. Pelajarannya saja belum diuji bagaimana bisa tahu kunci jawabannya,” tegasnya lagi.

Masih menurut Yunisra, sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Kota Padang untuk mencat dinding WC yang penuh coret-coretan, SMA 6 Padang sudah mencat bersih seluruh kamar mandi dan WC yang ada. Bukan hanya WC, tapi jauh sebelum pelaksanaan UN, sekolah sudah dicat dan dibersihkan. “Saya akan suruh petugas untuk mencat ulang, agar tidak menjadi masalah,” katanya.

Sementara itu Tim Pemantau Independen (TPI) di SMA  6 Padang Effendi SP MSi, menjelaskan secara umum pelaksanaan UN berjalan lancar. Tidak ada kecurangan yang terjadi. Hanya saja, untuk hari pertama ada 5 siswa yang tidak bisa mengikuti ujian. “Siswa yang tidak ikut ujian disebabkan karena sakit. Dan sudah ada surat keterangan dari orang tua. Mereka nantinya bisa mengikuti ujian susulan,” terang Effendi.

Peserta UN di SMA 6 sendiri berjumlah 491 terdiri dari 288 siswa SMA 6 dan sisanya berasal dari SMA Bukit Barisan dan SMA Media Utama. 

Hp siswa diperiksa


Di SMA 2 Padang, suasana pelaksanaan UN berjalan tertib dan aman. Sebelum siswa masuk ruang ujian, tas dan barang-barang diperiksa oleh guru pengawas. Siswa yang masih membawa Hp ke sekolah, terpaksa menitipkan Hp ke guru pengawas.

Selain itu, setiap siswa yang ingin pergi ke kamar mandi dikawal oleh guru pengawas. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan yang mnungkin dilakukan oleh siswa. “Sebelum ujian kita telah melakukan rapat dengan guru pengawas dan TPI.  Kita komit pengawas akan mendampingi siswa yan pergi ke WC. Dan tidak boleh bergerombolan,” kata Kepala SMA 2 Padang Drs Suardi Dahlan.

Untuk SMA 2 Padang, peserta ujian berjumlah 344 orang, terdiri dari 260 jurusan IPA dan 85 jurusan IPS. Namun, untuk pelaksanaan UN hari ke-2, ada 1 siswa jurusan IPA atas nama Siska Ramondha tidak bisa mengikuti ujian karena kecelakaan setelah pulang ujian.

Menurut Suardi, siswanya mengalami kecelakaan dan dirawat di Rumah Sakit Salaguri. Karena kondisinya belum baik, Siska terpaksa tidak bisa mengikuti ujian. “Kita mendapat kabar dari orang tuanya, Siska kecelakaan. Dan dia tidak bisa ikut ujian. Dan boleh mengikuti ujian susulan minggu depan,” jelas Suardi. (ren)

PADANG, METRO
Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Dr Z. Mawardi Effendi, MPd, mengisyaratkan agar pemerintah tidak menjadikan Ujian Nasional (UN) sebagai satu indikator menilai keberhasilkan pendidikan suatu daerah. Pasalnya, sejauh ini UN tersebut hanya menilai kemampuan intelektual saja, bagian kecil dari aspek pendidikan.

“UN jangan dijadikan satu indikator keberhasilan, karena ruang lingkup pendidikan tersebut sangat luas,” kata Rektor UNP, Rabu (21/4) menyikapi banyaknya pemerintah daerah yang menjadikan UN sebagai satu indikator keberhasilan pendidikan.

Pendidikan secara keseluruhan meliputi empat aspek yakni intelektual yang bisa diukur melalui UN, spritual, emosional dan kinestetik atau jasmani. Sejauh ini, UN hanya bisa mengukur satu aspek saja dalam pendidikan saja, yakni intelektual, sedangkan indikator keberhasilan pendidikan lainnya tidak bisa dipantau.  “Selama ini yang diuji dalam UN tersebut hanya intelektual saja dan melupakan aspek pendidikan lainnya,” katanya.

Padahal kenyataannya hakekat pendidikan itu sangat luas, tidak hanya keberhasilan dan nilai tinggi ketika UN, namun yang paling penting adalah perubahan perilaku dan emosional yang bagus dari peserta didik.  “Kita tentu tidak menginginkan lahirnya intelektual yang sombong serta besar kepala karena ilmu yang dimilikinya,” katanya dan menambahkan  membentuk generasi yang berbudi itulah sebenarnya tujuan mulia dari pendidikan.

Ada banyak faktor sebenarnya penentu keberhasilan UN, yakni kesiapan siswa secara intelektual dan mentalnya dan hal inilah yang paling penting harus diperhatikan oleh pihak sekolah. Sekolah harus bisa memberikan kenyamanan dan motivasi bagi siswanya sebelum ujian.  Sehingga siswa bisa melaksanakan ujian dengan tenang dan tentu saja hasilnya akan lebih bagus.
 
Terkait hal tersebut, dia menghimbau pemerintah dan masyarakat untuk melihat proses pendidikan itu secara menyeluruh tidak hanya dari nilai UN saja.  “Pendidikan itu sangat luas, intinya merubah kepribadian siswa, tidak hanya nilai di atas kertas saja,” katanya.(*)

Satu pemikiran pada “WC Berjimat

  1. Wah, pak walinya lagi ngapain tuh? Masak’masuk WC aja difotoin. Payah nih, yang moto. Ga bau pak?

    renimaldini…sabana nyo iyo agak baun, tapi baa lai Pak Wali tu namuah se disuruah wartawan masuak ka WC..he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s