Pangeran Milan


5181_maldini2MILAN sebuah kota mode terkenal di Eropa dan dunia –kedua setelah Paris. Jika bicara soal Milan tidak elok kalau tidak menyinggung sebuah klub sepakbola yang bernama Associazione Calcio Milan  — akrab dipanggil AC Milan atau Milan saja. Klub yang didirikan 1899 adalah sebuah klub sepak bola Italia yang berbasis di Milan.

Bermain dengan seragam bergaris merah-hitam dan celana hitam, sehingga dijuluki Rossoneri (“merah-hitam”). Milan merupakan tim tersukses kedua dalam sejarah persepakbolaan Italia — setelah si Nyonya Besar Juventus (musuh bebuyutan pertama Milan).

Bicara soal AC Milan tak ada habisnya. Apalagi bagi para pencintanya, Milanisti–begitu sebutan bagi pencinta Milan di ranah tanah air. Prestasi yang bejibun hingga merumputnya sejumlah pemain dunia di Milan. Masa kejayaan Milan di era sepakbola modern adalah awal dekade 90-an ketika merajai Liga Italia dibawah asuhan Arrigo Sacchi, dan diteruskan oleh Fabio Capello.

Puncaknya, Milan merebut trofi Liga Champions pada tahun 1994 dengan mengalahkan Barcelona di final. Sepeninggal Capello — karena membelot ke Spanyol untuk melatih Real Madrid, performa Milan terus menurun dan baru bisa meraih gelar juara Liga Italia pada musim kompetisi 1998/1999 di bawah asuhan pelatih Alberto Zaccheroni.

Miskin gelar membuat sang Presiden AC Milan Silvio Berlusconi, memecat Mr Zack–sapaan akrab Zaccheroni. Penggantinya tidak lain, mantan pemain Milan sendiri Carlo Ancelloti. Dibawah asuhan Ancelloti, Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu pinalti di Manchester, Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia.

Di ajang Eropa kiprah Ancelloti makin berkibar, terakhir pria yang selalu memakai jas saat Milan bertanding berhasil memboyong trofi Liga Champion (LC) . Milan juara setelah mengatasi Liverpool 2-1 di final di Athena 2007 lalu.

Namun tidak sedikit pil pahit ditelan Maldini dan kawan-kawan. Adalah partai puncak Liga Champion tahun 2005. Milan bertemu dengan Liverpool di partai puncak yang dilangsungkan di Istambul Turki. Malam itu, mungkin satu kisah  yang tidak bisa dilupakan oleh anak-anak asuhan Ancelloti. Diunggulkan oleh pengamatan dan bursa taruhan terkenal, Maldini harus tunduk dengan Gerrad dan kawan-kawan dalam adu pinalti (6-5).MLM183-064740-pih

Ketika menonton pertandingan malam itu, hingga sekarang saya masih belum bisa melupakan tragedi Istambul itu. Tragis dan Menyesakkan. “Kok Milan bisa kalah. Kan udah unggul 3-0 babak pertama. Kasihan Maldini malam itu, dia tertunduk lesu. Tapi harus kembali berdiri memberi semangat teman-temannya,” begitu kata yang terlintas dibenak saya pertama menyaksikan Gerrad berhasil mencoblos gawang Dida.

Unggul 3-0 di babak pertama, saya sangat nyakin Milan akan menang malam itu. Performa Sheva –saat itu masih berkostum Merah Hitam — sebelum diboyong ke Stamford Bridge sangat bagus. Petaka muncul ketika gol Stevan Gerrad. Selanjutnya..selanjutnya…selanjutnya. Hingga 2×45 menit skor imbang 3-3. (Sudahlah, kalau bicara soal ini bikin saya kembali sedih..)

Tapi kesedihan saya terobati setelah Milan kembali bertemu Liverpool di Athena. Untung saja, Milan bisa menang. Kalau tidak, bisa saya bunuh itu Xabi Alonso yang manies dan Gerrad itu…Maldini sumringah mengangkat trofi yang makin menambah gelar untuk anak dari Cesare Maldini. (reni)

Satu pemikiran pada “Pangeran Milan

  1. Halo Mbak..salam kenal..
    penggemar Milan dan Maldini ya..?, sama dunk..meskipun sy gak berani menyebut diri sebagai fans berat Milan, soalnya masih sering “menghianati” Milan dengan mendukung tim lain…hehehe..

    oya, jalan2 ke blognya teman saya dunk..
    sesama penggemar berat Milan dan especially Maldini..

    http://helmantaofani.blogspot.com/

    Renimaldini-> Salam kenal juga Mas… Bangeeeeet sekaliiii, Wah asyik ada yang suka Maldini juga..he..he..Kalau sola khianat mengkhianati tak masalah yang penting suka bola. Saya juga pernah mengkhianati Maldini, ketika Euro2008–saya sempat suka sama Torres–malah nama saya ikutan berubah menjadi Renitorres…Tapi sekarang nggak lagi..
    Oke, saya pasti jalan-jalan ke blognya..KAn sesama penggemar MILAN dan MALDINI…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s