Final Uber setelah 10 Tahun


Uber CUPSETELAH 10 tahun tidak pernah mencicipi partai final Piala Thomas&Uber Cup, Kamis (16/5) malam srikandi-srikandi merah putih memastikan satu tiket final Bank BRI Thomas&Uber Cup 2008. Istora Gelora Bung Karno Senayan dipenuhi teriakan suporter Indonesia. Setelah Pia Zebaidah menaklukkan Karin Schnaase– pemain tungal putri Jerman.

Tim Uber Indonsia memastikan tiket ke final ajang dalam ajng bergengsi bagi dunia perbulutangkisan tersebut, setelah Tim Uber menghentikan langkah Jerman dengan skor 3-1. Capaian yang diperoleh Adriyanti Fridasari dkk berhasil melampaui target yang dipasang PB PBSI –lolos ke semifnal.

Pertandingan semifinal Kamis malam, tidak hanya membuat cemas dan tegang pelatih, official dan suporter yang memadati Istora Gelora Bung Karno. Jutaan pasang mata yang tidak bisa datang ke Istora menjadi penonton setia melalui layar televisi. Tidak terkecuali teman-teman di redaksi — yang lagi asyik bikin berita –dibuat stres oleh permainan anak besutan Susi Susanti.

Gimana ‘gak heboh dan tegang, di partai pertama Maria Kristin –tunggal putri pertama terpaksa mengalah dari permainan cantik Huaiwen Xu –tunggal putri pertama Jerman. Sebenarnya permainan Maria tidak jelek, sayang permainan cepat yang ditampilkan Huaiwen Xu dengan drop shot silang dan rally-rally panjangnya mampu menghentikan langkah Maria Kristin.

“Indonesia…Indoensia…Indonesia… Gemuruh suara suporter tetap membahana di Gelora Bung Karno membakar semangart juang para srikandi-srikandi tersebut.


Meski kalah di partai pertama, putri-putri Pelatnas Cipayung ini tidak patah arang. Teriakan penonton yang membahana semakin menambah semangat juang mereka.


Ternyata, semangat dari penonton cukup ampuh –sebagai amunisa bari bagi Fridasari dkk.  Fridasari yang turun di partai kedua mampu menghentikan langkah lawannya.


Dewi fortuna terus menaungi Tim Uber Indonesia hingga partai keempat. Pia Zebaidah–yang masih berusia 19 tahun tersebut bermain cemerlang.  Karin Schnaase– tunggal ketiga Tim Uber Jerman ini harus mengakui kehebatan Pia setelah bermain dua set langsung 21-7, 21-16.


Kemenangan yang diraih Tim Uber kali ini merupakan kado kemenangan bagi Indonesia dalam momentum satu abad Kebangkitan Nasional. Perjuangan para srikandi ini patutu diacungkan jempol. Melampaui target yang dipasang oleh Sutiyoso– Ketua PB PBSI–Tim Uber harus menyiapkan mental untuk bertemu Cina di Final.


Semoga, para srikandi ini bisa meneruskan langkah Susi Susanti diera 90-an. Partai final yang digelas Sabtu (17/5) wajib ditonton oleh pecinta bulutangkis di Indonesia. Semoga Piala Thomas&Uber bisa kembali singgah di Indonesia dan disandingkan. Sekali lagi Indonesia…Indonesia…Indonesia… Sekali Merdeka Tetap Merdeka..Hidup Renimaldini…

Satu pemikiran pada “Final Uber setelah 10 Tahun

  1. Ternyata kita kalah ya mbak?? hik…hik…hik….gimana tuh??
    Uber gak dapet, thomas juga ikut-2an!! Atlet kita dah payah sekarang. gak ada jagoan!

    Reni-> yah gimana lagi..Segitu kemampuan para atle Indonesia…Salut untuk Tim Uber, tapi buat TimThomas payah bangeet..Salam kenal juga ya rini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s