Perang Tarif Angkot Pasca BBM Naik


Angkot editHari pertama pasca pengumuman Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti biasa saya berangkat ke kantor naik angkot. Belum ada tanda-tanda tarif angkot bakalan naik. Tidak ada kertas pengumuman resmi–tarif angkot yang baru. Saya berangkat dari rumah di kawasan Tabing menuju Pasar Raya Padang, sudah menyiapkan uang pas, Rp 2000–tarif angkot sampai ke Pasar Raya.

Ketika sampai di kawasan Ulak Karang, seorang ibu yang turun dan membayar dengan uang Rp 1.500. Eeeh si supir langsung bilang,” Buk dak caliak TV kapatang. Minyak lah Rp 6.000/liter. Tu ongkos naiak lo buk (Buk nggak nonton televisi kemarin. Minyak sudah naik Rp 6.000/liter. Ongkos juga harus naik buk),” ujar si supir kepada sang ibu. Karena tidak mau ribut dengan sang supir, si ibu terpaksa menambah Rp 500 lagi.

Tidak hanya si ibu, beberapa siswa SMA yang akan turun juga diminta tarif baru oleh si supir. Untuk siswa SMA dan SMP mereka menaikkan dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500.

Ketika saya hampir mau turun dengan iseng saya bertanya ke supir. “Da emang ongkos sudah naik ya. Sejak kapan kok tidak ada pengumumannya!”. Si supir dengan cepat menjawab, “memang belum ada pengumuman. Tapi mau bagaimana, saya beli minyak Rp 6.000. Kalau pakai tarif lama, tidak cukup setoran nanti ke pemiliknya”,” kata Hafis supir jurusan Pasar Raya-Tabing.

Perkataan supir itu bisa saya maklumi. Karena pemerintah sudah menaikkan BBM sejak pukul 00.00 Wib kemarin. Alhasil bagi mereka (sopir angkot), harus menaikkan tarif kepada penumpang. Namun, tidak semua penumpang akan mengerti. Bagi mereka, kalau tarif angkot naik harus ada pengumuman resmi dari dinas terkait yang menangani masalah transportasi.

Seharusnya ketika pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan BBM, pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan segala hal yang menyangkut dengan masyarakat. Seperti pemberlakuan tarif angkot baru.

Tapi, kenyataannya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang belum Angkot 2merumuskan tarif angkot baru. Kepala Dishub Padang Firdaus Ilyas menyebutkan, tarif angkot akan dinaikkan setelah dibicarakan dengan seluruh pihak terkait.

Firdaus meminta para supir tidak menaikkan tarif seenaknya sebelum ada pengumuman resmi. Tapi, apa para supir angkot ini bisa mengikuti kata kepala dinas ini?. Jawabannya jelas tidak. Buktinya di hari pertama kenaikkan BBM, para supir ini telah menaikkan tarif sesuai dengan hati mereka.

Jika Pemko Padang dan jajarannya tidak cepat mengambil langkah, bisa saja para supir ini akan melakukan aksi mogok “manambang”. Karena Pemko belum juga memutuskan tarif angkot yang baru.

“Jika Pemko tidak cepat-cepat mengeluarkan tarif baru, kami akan mogok. Seharusnya ketika BBM sudah resmi naik, Pemko sudah menyiapkan tarif baru. Bukan menunggu pengumuman baru dibahas,” tukas Hafis yang menyesalkan lambatnya kerja pemerintah.

Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang, Sabtu (24/5)di Asrama Haji Padang dengan tenang menyebutkan, Pemko akan masih membicarakan persoalan tarif angkot Senin (26/5). “Tidak boleh menaikkan tarif sebelum Pemko menyesuaikan tarif baru. Kita akan melakukan rapat koordinasi dengan jajaran terkait Senin depan,” kata walikota kepada wartawan. (ren)

Satu pemikiran pada “Perang Tarif Angkot Pasca BBM Naik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s