Demi Rp300 ribu tinggalkan sayur…


BLT edit 2RASA penat setelah pulang berjualan sayur di Pasar Raya Padang (depan bioskop Padang Teater-red) masih dirasakan oleh Wirda (60). Apalagi sayur-sayur yang dijualnya masih tersisa dan harus dibawa pulang.  Penat dan letih itu seketika hilang, kabar gembira dari tetangganya mengatakan, bahwa uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan dicairkan. Raut wajah ibu yang sudah dihiasi keriput diujung hari tuanya ini tersenyum. Terbayang uang itu akan digunakannya untuk membeli kebutuhan hidup bersama enam anaknya.

Kustiah Reni Putri-Padang

Dengan menggunakan angkot Wirda berangkat sendiri dari rumahnya di Parak Gadang IX no 19 Kelurahan Simpang Haru Kecamatan Padang Timur. Hari ini dia tidak menjual sayur-sayur di pasar–demi mendapatkan uang BLT. Profesi yang sudah dilakoninya sejak 20 tahun itu, ditinggalnya demia mendapatkan uang BLT dari pemerintah.

Jika orang-orang bilang, uang BLT tersebut tidak membantu, tapi bagi ibu enam anak ini uang itu merupakan sebuah oase di tengah himpitan ekonomi yang makin sulit. Uang sebesar Rp 300 ribu, sangat besar manfaat bagi dirinya yang harus menanggung beban semua-anak-anaknya setelah suaminya meningal.

“Tapaso ibuk dak manggaleh kini. Kece kawan, hari iko pitih BLT lah bisa diambiak. Kalau indak diambiak bisuak beko indak dapek lai,” ujar Wirda yang tidak bisa menyembunyikan senyumnya usai mengambil uang BLT di Kantor Pos Cabang Padang di Bagindo Aziz Chan.

Rencananya, uang Rp 300 ribu tersebut akan digunakan oleh Wirda untuk menambah modal menjual sayur. Jika berlebih, dia akan membeli beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya untuk makan sehari-hari bersama anaknya.

Blt editJika Wirda demi BLT rela meninggalkan sayurnya, lain lagi yang dirasakan Syamsimar (65) warga Tugu Simpang Haru Kecamatan Padang Timur. Ibu yang sudah sangat tua dengan sebelah matanya yang buta ini, datang ke kantor pos. Padahal dengan kondisinya yang renta, buta itu, Syamsimar harus dibantu oleh anak atau saudara untuk mengambil uang BLT.

Tapi demi BLT, perempuan tua yang datang naik angkot ini bersikukuh tetap datang ke kantor pos. “Kecek nyo kalau indak awak yang datang maambiak dak bisa do. Bialah, asal lai dapek pitih iko,” kata Syamsimar.

Sejak dua hari lalu, dirinya sudah mendengar kabardari tetangga dan ketua RT/RW tempat tinggalnya bahwa pencairan BLT akan dicairkan. Bahkan, ketua RT/RW mendatangi rumahnya memberitahukan, uang BLT bisa diambil Kamis (29/5).

Selain itu, RT/RW memberikan kartu BLT baru dan mengambil kartu BLT tahun 2005. Kartu BLt tersebut baru didapatnya Rabu (28/5) sore. “Basyukur ambo ado bantuan iko. Untuang juo indak barabuik-rabuik maambiak pitih nyo,” imbuh Syamsimar yang belum tahu akan diapakan uang sebesar Rp 300 ribu itu.

Pencairan BLT hari pertama di Kota Padang secara umum berjalan lancar. Meski begitu, di beberapa kantor pos cabang masih ada warga yang mendatangi kantor pos tanpa membawa kartu. Mereka mengaku tidak mengetahui adanya pembagian kartu baru BLT.

Seperti yang terlihat di Kantor Pos Cabang Kuranji. Warga mendatangi kantor pos dan harus balik pulang tanpa membawa uang. Martawira (40) misalnya, terpaksa pulang ke rumahnya dengan tangan kosong.

Martawira yang membawa kartu BLT milik suaminya Destriadi, tidak bisa mencairkan uang tersebut. “Suami saya sudah dua tahun tidak pulang. Bagaimana caranya melapor keberadaan suami sudah lama tidak diketahui. Sedangkan saya sangat btuh uang itu untuk biaya lima anak yang masih kecil-kecil,” katanya waktu di depan loket pengambilan BLT.

Camat Kuranji Drs M. Zahirian yang sedang berada di lokasi, menyebutkan bagi warga yang belum terdata, pindah, meninggal silahkan melapor kepada lurah setempat. Nantinya, lurah akan mendata dan memberikan kartu BLT baru.

Kota Padang merupakan daerah pertama di Sumbar yang menyalurkan BLT. Sekitar 38.099 RTS akan menerima BLT. Pencairan BLT dilakukan diseluruh kantor pos cabang yang ada. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s