Anak Petani Wakil Indonesia ke Singapura


Rahman

 

Anak laki-laki itu terlihat sibuk membersihkan satu gudang pemasok komoditi di Palinggam Pasar Gadang, Kota Padang. Satu persatu karung-karung yang berisi kacang-kacang diangkat dan dibersihkannya. Peluh pun menetes, sesekali tangannya menyapu peluhnya.

 

Kustiah Reni Putri-Pasa Gadang

Sekilas perawakannya terlihat seperti anak biasa, namun siapa menduga dibalik kebersahajaan itu tersimpan otak yang cerdas khususnya dalam hitungan akuntansi. Abdurrahman, nama anak petani kelahiran 27 Pebruari 1990 di Singkarak, Kabupaten Solok.

Tiap hari Rahman–panggilan akrabnya–sepulang sekolah akan membantu membersihkan, mengangkat barang-barang yang masuk gudang kacang tersebut. Meski hidup dalam keterbatasan, Rahman tidak pantang menyerah. Dia tetap gigih sekolah dan menjadi orang yang berhasil agar bisa membanggakan kedua orangtuanya.

“Kegiatan ini sudah biasa saya lakukan. Sepulang dari sekolah saya kerja dulu di sini menjelang sore. Malam baru belajar,” kata Rahman kepada POSMETRO, Rabu (18/6).
 
Gudang komoditi sekaligus tempat Rahman tinggal dan kerja diwaktu senggangSejak Sekolah Dasar (SD), anak kedua dari lima bersaudara itu sudah terlihat menonjol. Hal itu dibuktikan dengan selalu meraih peringkat juara kelas sejak SD. Namun, karena keterbatasan ekonomi orangtuanya, Ardawita yang hanya seorang petani, Abdurrahman akhirnya melanjutkan sekolah di Kota.

Di Padang, tinggal bersama neneknya di Jalan Pasar Mudik No 13 Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan. Prestasinya di sekolahnya yakni SMK N 3 Padang juga tidak main-main. Peringkat pertama selalu diraihnya, hanya sekali saja Rahman mendapatkan juara II yakni pada semester lima.
       
Sementara itu, Kepala SMK 3 Padang Edi Suheri, mengakui, Rahman termasuk anak yang membanggakan dan cukup banyak memberikan prestasi pada sekolahnya. “Dia anak yang baik, tidak banyak tingkah. Ketika istirahat akan sangat mudah menjumpainya di perpustakaan,” katanya.

Sejumlah prestasi di bidang akuntansi pernah diraih Rahman. Diantaranya, Juara III Lomba Akuntansi tingkat Sumbar yang diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Perbankan Indonesia tahun 2006, juara II lomba Akuntansi tingkat Sumbar yang digelar Ikatan Mahasiswa Tuah Sakato Sekolah Tinggi Administrasi Negara tahun 2007 dan terakhir menjadi peringkat pertama Lomba Cerdas Tangkas Koperasi tingkat Nasional tahun 2007.
   
Bahkan,setelah memenangkan lomba cerdas tangkas tingkat nasional itu, Rahman berhak menjadi wakil Indonesia berpartisipasi dalam acara ICA Regional Workshop For Managers On Management Of Consumers Cooperatives in Asia-Pasific di Singapura 12-14 Agustus 2008.
   
Dalam acara tersebut akan ada presentasi dalam Bahasa Inggris dari tiga wakil dari Indonesia itu yang diketuai oleh Abdurrahman. “Kami akan mendukung sepenuhnya Abdurrahman dalam kegiatan ini,” katanya.
             
Nem Terbaik
Ternyata prestasi siswa miskin itu tidak main-main. Abdurrahman berhasil meraih NEM tertinggi di sekolahnya, dan peringkat delapan besar untuk Sumbar, yakni 36,43. Rahman juga berhasil memperoleh PMDK di Unand yakni lulus pada program Studi Akuntansi kelas bilingual.

Namun lagi-lagi kendala biaya membuatnya bersedih. “Orangtua saya hanya petani kak, jadi bagaimana mungkin bisa kuliah,” kata Rahman yang menggemari buku The Little Prince karya Antonie de Exuperi.
   
Dia mengaku sama sekali tidak mempunyai tabungan yang akan digunakan untuk biaya pendaftaran awal masuk kuliah di Unand. “Saya berharap ada beasiswa dari pemerintah atau Unand sehingga saya tetap kuliah,” katanya.
   
Pihak sekolah, saat ini sedang meminta bantuan dari Dinas Pendidikan untuk memberikan beasiswa bagi Rahman, karena dia termasuk akan berprestasi. Rahman, siswa miskin itu kini sedang membutuhkan bantuan. Baginya keinginan untuk belajar dan menjadi orang sukses sangat kuat.   “Saya ingin membahagiakan ibu dan nenek saya, dan membuat mereka bangga,” kata siswa yang senang olahraga dan sastra itu. (***)
  

 

3 pemikiran pada “Anak Petani Wakil Indonesia ke Singapura

  1. wah…designnya dah lain ya skrg?
    ganti terus nih ren?
    oya kmrn br beli buku judulnya “membuat blog bergaya dan kreatif”
    stelah dibuka bukunya, kok gak ngerti ya?
    he…he…he…malah tambah pusing jadinya

  2. sungguh memprihatinkan bangsa ini,
    banyak pemuda2 berprestasi nya yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan prestasi…
    sementara banyak mahasiswa2 yang mendapat kesempatan menuntut ilmu di perguruan tinggi malahan menyia-nyiakannya, dengan nge-drugs, nge-dugem, maen2 dll…

    pernah baca email mengenai negara Bhutan,
    yg pendapatan perkapitanya kecil sebagaimana Indonesia,
    akan tetapi penduduknya termasuk yg paling berbahagia di dunia,

    hal ini karena pemerintahnya menunjukkan kepedulian yg tinggi kepada warganegaranya,’
    dengan alokasi anggaran pendidikan yg termasuk terbesar di anggaran negaranya,
    berbagai fasilitas umum yg gratis, fasilitas kesehatan yg gratis,
    sehingga pendapatan warganegaranya yg kecil dan utamanya bermatapencaharian di bidang agraris dapat mencukupi untuk kehidupan mereka… kapan ya Indonesia dipimpin oleh pemimpin yg peduli itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s