Pusing Nonton Euro 2008


31794Nonton pertandingan terakhir di Grup C kemarin, bikin capek jari-jemari. Tiap menit sibuk mencet remot ke channel TV tetangga. Jam 01.30, saya sudah duduk manis di depan TV—tidak lupa secangkir teh panas—pasangan setia yang selalu jadi “teman” nonton pertandingan Euro 2008.

Italia-Perancis menjadi tontonan wajib yang harus saya lihat. Partai hidup mati bagi dua juara dunia ini. Kick off dimulai, Pirlo, Gattuso—duo Milan—yang diturunkan sebagai starter oleh alenatore Roberto Donadoni beraksi dan emnari-menari di lapangan. Setiap, menit, saya terus ganti-ganti channel. Hal itu untuk ngeliat hasil pertandingan Belanda-Rumania.

NbZq05IzUeAdik saya, yang hari itu ikut nonton, bilang,” uni kok diganti-ganti. Yang ma ka uni caliak. Italia atau Belanda. Paniang ai mancaliak nyo uni. (Uni kok diganti-ganti. Yang mana mau dilihat. Italia atau Belanda. Pusing ai melihatnya uni)”.

Babak pertama, kedudukan masih 1–0 untuk Italia, setelah Pirlo berhasil mengeksekusi penalti—akibat Eric Abidal menjatuhkan striker Luca Toni. Sementara, Belanda masih 0–0. Permainan menyerang kedua tim benar-benar bikin yang nonton gak ngantuk.

Di babak kedua, Perancis yang hanya bermain 10 orang tetap memberikan perlawanan bagi Italia. Permainan keras dari kedua tim, menyebabkan duo Milan, Pirlo dan Gattuso terkena kartu kuning. Akibatnya, punggawa-punggawa Milan ini tidak bisa tampil di perempat final, karena akumulasi kartu.

Unggul pemain, Italia tidak bisa juga menambah gol untuk mengamankan posisinya. Luca Toni masih juga mandul—padahal umpan matang yang seharusnya bisa jadi gol gagal diselesaikan oleh striker Bayern Munchen. Italia, baru bisa menambah gol hasilbola mati, Del Rossi. Tendangan bebas dari luar kotak penalti berhasil merobek gawang Perancis yang dikawal Coupet. Skor 2–0 untuk Italia, tifosi setia Gli Azzuri pun bernyanyi.

Gegap gempita suporter Italia, bukan hanya karena tim kesayangannya berhasil merobek gawang Perancis. Tapi lebih disebabkan karena Belanda berhasil menjebol gawang Rumania. Rumania tidak berhasil mencuri kemenangan dari Belanda yang hanya menurunkan tim lapis kedua.

Janji van Basten untuk bermain maksimal dan fokus terbukti. Belanda tidak “main mata” dan tidak memberikan kemenangan kepada Rumania (atau Van Basten “takut” ucapan Donodoni yang mengatakan Van Basten tidak akan pernah melatih AC Milan, jika main mata dengan Rumania…)

Italia akhirnya mendampingi De Oranje ke perempat final. Tapi, perjuangan Azzuri makin berat karena Matador Spanyol sudah menanti dengan tandukannya. Namun, Italia tentu tidak ingin “ditanduk” begitu saja oleh David Villa dkk. Kesalahan yang dilakukan Buffon di babak penyisihan grup tentu tidak akan diulangi untuk kedua kali.

Saya yakin, Italia yang “dikatakan” orang tim yang selalu dinaungi Dewi Fortuna akan memberikan kejutan. Buffon sang Penjagal dari Carara bakal mengahdang bola-bola dari Villa, Fabregas, Torres. Selamat tinggal Perancis dan Selamat Datang Italia. (ren)

Satu pemikiran pada “Pusing Nonton Euro 2008

  1. Hore…hore….hore….
    akhirnya lolos juga…walopun gw nggak nonton, tapi gw ikut harap2 cemas jg lho…
    tapi seneng juga akhirnya…, soal luca toni, kenapa sih masih kekeh make dia, pas di piala
    dunia mainnya juga biasa aja, kayak nggak ada striker lain aja…
    Ngelawan spanyol??? bisa nggak ya???
    ^_^

    Renimaldini-> Untuk perempat final wajib nonton Rin. Spanyol? Bakal dilibas oleh Italia…Asal Luca Toni tidak dimainkan..Soalnya mandul bangeet…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s