Masa Aktif Pemadaman Di perpanjang…


Sudah hampir satu bulan pemadaman listrik bergilir dilakukan PT PLN di Kota Padang. Namun,  seminggu terakhir banyak yang ngeluh dengan pemadaman listrik. Kenapa?. Listrik mati tiga kali sehari–seperti orang minum obat–malah pakai acara “batambuah” (bertambah). Yang bikin kesal lagi, listrik mati seenak perutnya. Yang terbaru, PT PLN memperpanjang “masa aktif” pemadaman listrik.

Jika sebelumnya—listrik mati hanya sore dan malam. Sekarang, PT PLN dengan ‘berat hati” mematikan lampu tanpa waktu dan jam yang jelas. Seperti di perumahan tempat saya tinggal (Jondul II Tabing-red), listrik mati tidak ketentuan arah. Adakalanya, jam 08.00 sudah mati, ehhh siang jam 14.00 mati lagi. Kemudian jam 17.00, jam 09.00.

Yang lebih parah, lagi asyik-asyik terlelap dan dibuai mimpi, badan terasa panas, peluh mengucur membuat basah baju. Ditambah, ada bunyi “ngiung-ngiung ditelinga—membuat yang lagi lelap tidur bangun. Kalau dihitung-hitung pemadaman listrik kali ini sangat berlebihan. Bukan hanya industri kecil mengeluh, perusahaan-perusahaan besar, kantor, pusat perbelanjaan dan lain-lain “ngeluh” dengan kebijakan yang dibuat PT PLN.

Sebagai orang awam kita tidak bisa berbuat banyak. Mau ngomong sama siapa?. Pemerintah, jelas tidak bakal digubris. Lah wong pemerintah aja kesulitas ngurusin permasalahan yang telah bejibun banyaknya.

Tapi, ada satu ucapan nyeletuk dari seorang kawan. Dia bilang, kok ketika PLN merugi diblow-up habis-habisan di media—televisi dan media vetak. Headline beritanya seperti ini,” PT PLN Rugi Rp 9,9 Miliar atau Pelanggan Nunggak, PLN Rugi Milyaran”. Namun, disaat kejadian pemadaman listrik PT PLN malah adem-adem aja.

Dan ketika pemadaman listrik bergilir saya juga kasihan dengan keponakan saya yang kebetulan sedang libur panjang sekolah hingga 14 Juli. Dia mengeluh, lampu mati yang hampir 3–4 jam itu sudah merusak “agenda” libur panjangnya.

Mau ke pusat perbelanjaan untuk amin Time Zone atau play line lainnya tidak bisa. Lampu mati membuat suasana di pusat perbelanjaan tidak nyaman. Pasalnya, pendingin—AC yang dimililki pusat perbelanjaan—tidak memadai.

Atau agenda untuk main PS juag batal. Lagi asyik-asyik main ehh listrik mati. Karena sering mati hidup, orangtuanya melarang untuk main PS—karena bisa merusak televisi dan alat-alat elektronik lainnya.

Sekarang, saya dan seluruh masyarakat tentu berharap PT PLN dan pemerintah membuat solusi terbaik untuk mengatasi krisi listrik. Jangan hanya mengambil langkah, pemadaman listrik di seluruh daerah di Indonesia. (ren)

3 pemikiran pada “Masa Aktif Pemadaman Di perpanjang…

  1. Jadi ingat…
    waktu lagi nyusun skripsi dulu…
    turut prihatin buat warga kota padang…

    ^_^

    Renimaldini-> Skripsi? Jdi ingat juga betapa melelahkan mengejar para dosen…

  2. mari kita ambil hikmah saja dari pemadaman ini. mari kita lihat sisi positifnya. sejak mati lampu, kelurag2 berhenti mempelototi televis.keluarag berkumpul tidak lagi di depan tv, tapi menikmati lembutnya cahay bulan. suami istri jadi punya banyak waktu bersama.

    Renimaldini-> Positfnya memang ada, tp lebih banyak susahnya kalau mati lampu..Tp pendapat anto yang terakhir agak mengejutkan..Riset darimana itu..Secara, dirimu kan belum berpengalaman..He..He..

  3. iya. jadi suram berinvestasi di kota padang. sebentar-sebentar lampu mati. rencananya saya akan pindah saja investasi ke kota lain. karena berbisnis di kota padang hanya akan rugi saja. harusnya aparat pemerintah atau pemko sangat peduli dg hal ini. karena listrik menyangkut kepentingan semua orang dan semua lapisan. tapi kelihatannya pemko tak peduli banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s