Uang Masuk Sekolah


Manunjuak apo piak1SMA 2 Padang menetapkan uang pembangunan yang harus dibayarkan orang tua calon siswa sebesar Rp 1,25 juta. Sementara hingga tadi malam, SMA 1 belum mengambil keputusan apapun, terkait dengan uang pendaftaran tahun ajaran 2008/2009.

Nilai ini sepertinya “lebih bengkak” dari acuan yang keluarkan Dinas Pendidikan Kota melalui sebuah Surat Edaran (SE) Walikota Padang tahun 2007 tentang pungutan biaya penerimaan siswa baru. Dalam SE tersebut disebutkan untuk  tingkat SLTP uang pendaftaran dibatasi hingga Rp 750 ribu dan tingkat SLTA dibatasi hingga Rp 1 juta.

Menurut Kadinas Pendidikan, Nur Amin pihaknya tetap menggunakan SE tersebut untuk acuan penerimaan siswa baru tahun ini, karena tidak ada surat acuan baru tentang pungutan biaya penerimaan. Dengan demikian, SE itu tidak dibatalkan  dan tetap berlaku.

Namun di SMA 2 Padang, Wakasek bidang pembinaan siswa Dra Elyanis M.Kom mengakui tidak ada surat edaran baru yang sampai ke sekolahnya. Yang ada, hanyalah SE tahun 2007 dan pihaknya tak mengetahui surat tersebut tetap menjadi acuan.

“Tahun lalu, kami tetap mengacu kepada surat (edaran) tersebut. Kami hanya memungut sebesar Rp 1 juta. Namun, untuk penetapan kali tahun ini, sudah melalui ketetapan melalui rapat Komite, orang tua dan pihak sekolah,” jelas Wakasek yang mendalami mata pelajaran Kimia ini.

Kendati demikian, jelas Bu En–sapaan akrab Elyanis–, dalam keputusan rapat itu, bagi siswa yang memang “terkendala” dengan persoalan biaya, tak akan diberatkan.

“Kita sudah bunyikan betul tidak ada alasan bagi orang tua siswa untuk tidak mendaftarkan (anaknya) hanya karena kendala biaya. Kita akan bicarakan lagi dengan pihak komite bentuk-bentuk dispensasinya.


Sementara itu, Kepala SMA 1 Padang Drs Prima Yunaldi yang dihubungi tadi malam menyebutkan pihaknya baru menentukan besaran uang pembangunan untuk calon siswa baru 9 Juli mendatang di gedung B UBH. Pada pertemuan itu akan dibahas berapa besaran uang pembangunan (pendaftaran) yang akan dipungut dari si siswa baru tadi melalui pendataan, salah satunya lewat rekening telepon, air dan listrik calon siswa.


“Rekening tagihan tersebut sengaja kami minta untuk dilampirkan sebagai acuan untuk verifikasi kemampuan orang tua siswa. Bagi yang tagihannya lebih, kita akan meminta toleransi lebih. Dan dari rekening itu kita juga bisa mengetahui dari kemampuan, miskin atau kaya,” jelas Prima.


Kebijakan melampirkan rekening oleh siswa untuk mengetahui kemampuan orangtua–yang nanti berguna membantu kelangsungan pendidikan siswa yang belajar di SMA 1 Padang. Keputusan itu, katanya, berdasarkan pengalaman penerimaan siswa tahun lalu, dimana ada orangtua yang mengaku tak mampu padahal mereka punya kemampuan lebih. Harapannya, dari pola ini akan tercipta sistem subsidi silang antara orang tua siswa yang mampu dengan yang tak mampu.


“Tahun lalu, kami hanya mematok uang pembangunan (pendaftaran) sebesar Rp 750 ribu. Besaran ini sebenarnya tak sesuai dengan operasional sekolah sekelas SMA 1,” kata Prima lagi seraya menegaskan kembali bahwa pihaknya tetap memberikan dispensasi khusus bagi siswa berprestasi tapi berasal dari keluarga tak mampu.


Sementara di SMK 5 Padang.  Sekolah tersebut sudah menetapkan biaya pendaftaran untuk siswa yang diterima. Setiap siswa dibebankan biaya pendaftaran sebesar Rp 580 ribu per siswa. Setiap siswa akan mendapatkan pakaian praktek dan olahraga, baju koko, kelengkapan alat tulis, biaya Masa Orientasi Siswa (MOS) dan Pendidikan Bela Negara serta uang anggota Koperasi Siswa (Kopsis), uang Perpustakaan.


“Uang pendaftarannya sudah wajar karena siswa sudah mendapatkan semua baju yang diperlukan ketika belajar di SMK 3 Padang. Baju tersebut harus diambil oleh siswa karena itu adalah pakaian seragam. Karena kita sekolah kejuruan teknik jadi perlu baju yang berbeda dengan sekolah umum. Kalau baju seragam biasa (putih, abu-abu) bisa dibeli di luar,” kata Wakil Kepala Bidang Humas SMK 5 Padang Yuhani Spd.


Untuk Tahun Ajaran 2008/2009, SMK 5 Padang membuat sesuatu yang berbeda dari tahun sebelumnya. Siswa baru selain mengikuti kegiatan MOS juga dibekali Pendidikan Bela Negera-berisi kegiatan, pelatihan, pengetahuan pengembangan semi militer. (ren)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s