Ayo, senyum anak Indonesia


DSCN2582Setiap tanggal 23 Juli seluruh anak-anak Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Di Jakarta, kemarin anak-anak merayakan “ulang tahun” mereka bersama Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Ny Ani Yudoyono. Tapi, bagaimana dengan anak-anak di Kota Padang? Adakah mereka tahu, bahwa tanggal 23 Juli adalah Hari Anak Nasional yang diperuntukkan bagi mereka. Dan bagaimana dengan anak-anak yang masih berkeliaran di jalanan–sambil memegang krecekan-menyanyikan lagu sekena hatinya. Apa arti dan makna HAN di mata anak-anak tersebut.

Kustiah Reni Putri-Proklamasi
“Anak-anak Indonesia mari bernyanyi. Anak-anak Indonesia mari menari. Kita selalu bergembira. Kita bernyanyi bersama-sama. Anak-anak Indonesia bahagia…,” Sepenggal lagu Anak Indonesia tersebut dinyanyikan dengan riang dan gembira oleh puluhan anak-anak TK Planet Kids di Jalan Terandam.

Anita Putri Hermawan (5), misalnya dengan riang gembira ikut bernyanyi dengan teman-temannya. Wajah lucu dan imut–khas anak-anak nampak betul dari wajahnya. Ketika Puput–sapaan akrab putri pasangan Hermawan dan Meliani A itu ditanya tentang Hari Anak Nasional, dengan polosnya dia menjawab. “Puput enggak tahu Hari Anak Nasional. Tapi tadi sama teacher dikasih tahu kalau sekarang itu adalah peringatan HAN,” ujar Puput.

“Emangnya HAN itu apa. Sama dengan ulang tahun ya?”, lanjut Puput dengan lugunya.

Puput yang bercita-cita jadi dokter gigi ini mengaku sebagai seorang anak, menginginkan di HAN sekarang teman-temannya yang belum bisa sekolah bisa merasakan hal yang sama dengannya. “Kalau Puput sebagai anak-anak ya senang sekarang. Bisa bermain di sekolah dengn teman-teman. Dikasih buku pelajaran dan lain-lain. Tapi, kata mama, masih banyak teman-teman seusia Puput yang tidak bisa sekolah,” celoteh Puput.

Lain lagi yang dikatakan Fyralina SE, salah seorang orangtua murid di TK Planet Kids. Dia mengaku, meski mengetahu bahwa 23 Juli adalah peringatan HAN, tapi tidak ada yang spesial diberikan untuk anaknya.

“Saya cuma kasih ciuman tadi pagi ketika anak saya bangun tidur. Tidak ada peranyaan apa-apa. Mungkin di hari HAN ini, anak-anak diberi kebebasan untuk bermain dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan kawan-kawannya,” kata Fyralina. 

Namun, keriangan dan kecerian anak-anak yang bisa mencicipi sekolah dengan fasilitas permainan dan belajar yang lengkap tidak bisa dirasakan oleh anak-anak yang di jalanan.  Di Hari Anak Nasional kemarin, mereka tetap berada di jalanan–untuk mendapatkan uang recehan dari para pengguna jalan raya.

“Seharusnya di HAN ini seluruh anak-anak bisa merasakan dunianya sebagai seorang anak. Yaitu, bermain, belajar dan mendapat kasih sayang dari teman, sahabat dan orangtua. Kalau bisa dengan adanya gema peringatan HAN ada bentuk perhatian dari pemerintah untuk anak-anak yang “kurang beruntung” itu,” kata Teacher dan Manager Marketing TK Planet Kids Nina Ramayenda.

Di perempatan Proklamasi, Sudirman dan Veteran–masih banyak ditemui anak-anak berkeliaran di jalanan–saat masih jam belajar. Anak-anak tersebut tidak bisa mengeyam pendidikan dan haknya sebagai anak-anak. Di Hari Anak Nasional ini, sudah seharusnya mereka tidak berada di jalanan dan bisa merasakan “nikmat” dunia anak-anak. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s