Hari gini Ngerokok!!!


“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Peringatan itu tertera di setiap bungkus rokok. Meski sudah ada peringatan, tetap saja rokok dicari oleh para penyuka atau yang sudah candu. Bahkan bagi seorang perokok berat dalam satu hari bisa menghabiskan 2 sampai 3 bungkus rokok.

Kamu seorang perokok? Jawabannya, bisa iya bisa tidak. Atau ada keluarga, teman atau rekan kerja kamu yang ngerokok? Atau kemungkinan besar kamu sendiri berada di lingkungan kerja yang banyak perokoknya–sehingga kamu menjadi seorang perokok pasif? Saya, sekarang termasuk kepada perokok pasif. Sudah 2 tahun ini, setiap hari selalu berada di ruangan yang penuh dengan rokok. Situasi ini sungguh sangat menganggu dan membuat gerah. Tapi, mau gimana lagi—lingkungan kerja saya memang “kawasan wajib rokok”.

Saya, sebagai seorang perokok pasif, tentu sangat membahayakan. Bayangkan dua tahun menghirup asap rokok dari puluhan orang yang  merokok dari berbagai merek itu. Saya hafal betul merek rokok kesayangan seluruh orang di kantor.

Orang di kantor paling suka Sampoerna Mild. Ada lagi yang namanya 234. Trus ada lagi GP, Jarum. Dan terakhir ada yang namanya Class Mild, Marlboro. dan entah berantah lagi merek rokok itu.

Sebenarnya, saya sudah sering meminta untuk teman-teman di kantor tidak merokok. Meski jarang sih, upaya untuk menghentikan mereka merokok— tetap saya lakukan. Hasilnya, macam-macam. Ada yang marah, ada yang cuek dan ada juga sih, yang mau berhenti—meski beberapa menit kemudian ngerokok lagi.

Bila dibanding mereka yang tidak merokok, perokok cenderung merasa kurang sehat, lebih rentan terserang penyakit, lebih sering tidak masuk kerja karena alasan sakit, dan jika di rawat inap di Rumah Sakit akan membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Meski demikian, tetap saja susah merubah kebiasaan–kesukaan seseorang dengan rokok. Bahkan seorang perokok bisa berkata,” Tidak dapat bekerja kalau tidak menghisap rokok”. Malah ada yang lebih vulgar berkata, “enggak ada ide kalau ‘gak ngerokok”.

Eldi (42) misalnya, seorang pegawai swasta di kawasan Ulak Karang kepada POSMETRO, mengaku merokok sudah menjadi rutinitas dan kewajiban yang harus dipenuhi. Sama seperti makan nasi, rokok harus dihisap tiap hari.

“Sebenarnya saya sudah mencoba untuk berhenti. Tapi sangat susah. Istri di rumah sudah setiap hari menceramahi saya untuk berhenti merokok. Tapi, mau gimana lagi, susah meninggalkan rokok ini,” kata Eldi.

Kebiasaan merokok, yang sudah dilakoni sejak kelas II SMP tersebut berawal dari ajakan teman-teman. Dari yang hanya iseng-iseng, akhirnya ketagihan.

Hal serupa juga diakui Yudi (24) yang merokok karena diajak teman-teman ketika masih kuliah. Padahal, sebelum mencoba rokok, Yudi sudah berjanji kepada orangtuanya auntuk tidak merokok. Hal itu, disebabkan karena orang tua laki-lakinya mengidap penyakit paru-paru–karena kebiasaan merokok.

“Saya tahu bahaya merokok. Apalagi Papa meninggal karena penyakit paru-paru yang disebabkan oleh rokok. Sekarang saya sedang berusaha keras untuk berhenti merokok. Meski susah, saya coba untuk mengurangi menghisap rokok tiap hari,” ujar Yudi yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kalau satu hari bisa habis 1 bungkus. Sekarang hanya 5 atau 6 batang sehari,” tambah Yudi berharap kebiasaan merokok tidak menyebabkan dia terkena penyakit paru-paru seperti orangtuanya.

Hari gini, ngerokok!!! Kata-kata itu harus sering didengarkan kepada orang-orang yang memang sangat hobi menghisap rokok tersebut. Saya ingat betil, ketika masih sekolah, guru selalu memberi nasehat dan peringatan, tentang bahaya merokok.

Di SMP misalnya, saking pusingnya guru melarang murid-murid tidak merokok—razia pun dilakukan. Begitu juga ketika SMA, guru pun masih menasehati siswa untuk tidak ngerokok. Tapi, ketika kuliah, saya ingat betul—tidak ada seorang dosen pun yang melarang mahasiswa untuk tidak merokok.

Sayang, usaha dari guru atau siapa saja yang anti dengan rokok tidak berhasil. Pabrik rokok tetap berdiri megah dan memproduksi jutaan rokok yang disebar di seluruh negeri ini. Peringatan yang ada di kotak rokok dianggap lalu. Seharusnya, jika ingin membebaskan masyarakat dengan rokok—pabrik rokok harus ditutup.

Namun, apa mungkin ?. Pabrik rokok yang memberikan dan mengalirkan pulus milyaran rupiah kepada pemerintah bisa ditutup. Jawabannya, kita tunggu saja. (ren) 

 

 

 

 

4 pemikiran pada “Hari gini Ngerokok!!!

  1. awas ya, kalo dapat cowok perokok… baru tau rasa…

    Renimaldini-> Wah, jangan doa’in yang jelek2 dong B’Eri…
    Kalau memang nanti cowok Reni (gak deh, calon suami aja…) seorang perokok. Setidaknya dia tidak merokok di depan Reni (karena kalau itu dia lakukan, maka tewas lah pacar atau calon istrinya nan manis ini Ha..Ha….Ha)

  2. ngudud mah ngudud wehhhhhhhh…

    so imut so imut………

    candu apa??? coba candu

    kaya yang ngerti aja artinya /….

    HARI GINI NGEROKOK???? isuk deui lur…….

    anda bisa berkata seperti itu karena ananda tidak merokok bkan?????????//

    ya iyalah saya tau tanpa kamu menjawabY

    saya hebatkan???

    ct… ct… ct…
    gak usah muji kayak gtu….
    kalo mauu minta uang , minta uang aja… gak usah muji muji…
    😛
    😛
    😛

    satu hal kenapa merokok itu sebagai “apocalypse”
    (tau gak artinya apocalypse?? baca kamus makanya)

    1. Teman dikala sepi
    2. dari pada mati gaya lebih baik merokok ,… ANTI – MATI GAYA
    3. dapat menghilangkan sedikit rasa jenuh
    4. Mengakrabkan suasana
    5. Have fun aj lagi

    ————————<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>——————————

    mau bales komen ?? mau adu pendapat ??

    sekedar Have fun aj ???

    Redroseareblue@yahoo.co.id

    teman curhat yang baik >>>>>>>>>>>😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s