Ketika Listrik Mati di Rumah Pejabat


Marlis Rahman: Sedia lampu teplok dan lilin

Marlis Rahman dengah ahli penelitian ahli gempa dari Jepang (1)Listrik pudur tiga kali sehari memang bikin gerah warga. Banyak warga yang kesal dan marah ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mematikan listrik seenaknya. Segala aktifitas terhenti mulai dari memasak, menonton televisi, main komputer–semuanya tidak bisa diakses karena listrik pudur. Gelap-gelapan harus dilalui karena jadwal pemadaman di malam hari dilakukan sampai dua kali. Tapi, bagaimana dengan rumah-rumah pejabat. Apakah mereka juga merasakan akibat pemadaman listrik bergilir?

Kustiah Reni Putri-Padang

Imbas pemadaman listrik ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga dan kalangan industri kecil menengah. Para pejabat juga ikut merasakan gelap-gelapan dan “berpanas ria” di rumah ketika listrik pudur.

Wakil Gubernur Sumbar Prof Marlis Rahman MSc, misalnya, pemadaman listrik juga dirasakan orang nomor dua di Sumbar ini. Kejadiannya, ketika ia bersama istri Wiwik Marlis Rahman menginap di rumah pribadinya di Komplek Perumahan Unand Gadut.

Marlis yang asyik nonton televisi bersama sang istri, tiba-tiba kaget karena listrik tiba-tiba pudur. Karena, tidak ada fasilitas genset maka rencana beristrihat akhir pekan bersama keluarga di Ulu Gadut dilalui dengan gelap-gelapan.

“Kalau disini (komplek Ulu Gadut) listrik sering mati. Mau gimana lagi,” tukasnya. Dengan ditemani dengan lampu teplok dan emergency lamp–Marlis menghabiskan waktu dengan duduk di pekarangan–bercerita bersama istrinya.

Berbeda dengan kediaman pribadinya di Ulu Gadut, rumah dinas di Jalan Sudirman (samping Kantor Gubernur), karena ada fasilitas genset, maka listrik mati tidak dirasakan Marlis.

“Di rumah dinas ada genset yang sejalur dengan gubernuran (kediaman Gubernur Sumbar). Jadi ketika listrik mati, otomatis genset akan hidup,” katanya.

Lain lagi yang dirasakan Wakil Walikota Padang Drs H Yusman Kasim MM. Meski rumah dinas di Jalan Ahmad Yani memiliki fasilitas genset, namun tetap saja ketika listrik pudur–aktifitas terhenti beberapa saat.

Seperti, ketika listrik mati jam 11 malam atau jam 01.00 dinihari. Sedang asyik-asyik tidur–tiba-tiba terbangun karena kamar sudah gelap. Namun, karena ada fasilitas genset maka gelap-gelapan hanya dirasakan beberapa menit.

“Sebenarnya tidak ada pejabat atau tidak pejabat. Yang listrik mati dirasakan seluruh masyarakat. Tapi, karena ada fasilitas genset di rumah dinas maka listrik mati tidak terlalau lama,” ujar Yusman.

Meski ada genset, tetap saja di rumah dinas tersebut juga disediakan lampu teplok, lilin dan emergency lamp. Hal itu, kata Yusman sebagai antispasi jika genset tiba-tiba ngadat dan tidak berfungsi.

Dikatakannya, listrik mati yang sudah dirasakan masyarakat sekitar 1 bulan tersebut banyak merugikan masyarakat terutama pemilik usaha atau industri kecil. Ibu rumah tangga mengeluh karena peralatan elektronik banyak rusak. Pemilik warung internet merugi karena listrik pudur 3 kali sehari.

“Semoga pemadaman listrik tidak diperpanjang lagi. Apalagi beberapa bulan ke depan kita akan memasuki bulan Ramadhan. Tentunya, kalau listrik masih mati aktifitas ibadah terganggu,” tandas Yusman. (***)

Satu pemikiran pada “Ketika Listrik Mati di Rumah Pejabat

  1. ternyata bukan kota medan saja yang sering gelap-gelapan.
    padang ikut gelap2an juo… nasib….nasib..
    tega bana PLN kini yo..

    Renimaldini-> Gelap-gelapan di malam hari, kata seorang teman asyik.
    Tapi Reni gak tau dimana enaknya. Kan panas-panasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s