Sheila on7, 10 tahun lalu…


Pernah melakukan sesuatu hal yang agak sedikit norak, malu-malui dan rada-rada bego, kata orang-orang sekarang? Kelakuan-kelakuan tersebut pernah saya lakukan ketika masih awal-awal menjadi mahasiswi. Ketika itu, saya sangat nge-fans sama grup asal Yogyakarta Sheila on 7 (SO7). Nge-fans dengan SO7 saya tunjukkan dengan memilki albumnya–ketika itu masih punya dua album yaitu Sheila on 7 (1999) dan album kedua mereka bertajuk Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000 atau 2001, saya lupa..)

Nah, saat tahun satu kuliah, kebetulan SO7 untuk pertama kalinya konser di Kota Padang. Sebagai salah seorang fans–tentunya moment melihat sang idola tak ditinggalkan. Bersama dengan dua sobat saya–yang juga nge-fans dengan SO7–niat nonton jauh-jauh hari sudah dipersiapkan.

Kebetulan, konser SO7 saat itu diadakan dua kali, yaitu malam dan siang hari. Karena saya perempuan dan baru pertama kali nonton konser, maka dibeli tiket konser yang siang. Hari yang ditunggu datang juga. Kami bertiga–, saya, Rini dan Noli–nama kedua teman saya melangkahkan kaki ke Gedung Paroyaga Padang–tempat pertunjukkan konser.

Wah, dasar baru pertama kali nonton konser, langsung aja, kami berebut-rebutan untuk berada di posisi terdepan. Niatnya, agar wajah para personil SO7 terlihat dengan sempurna. Saya yang menyukai Eross, Rini yang suka dengan Sakti dan Noli yang suka ama Duta sepakat untuk desak-desakkan di bagian depan.

Ternyata, konser itu ngaret. Sekitar 1 jam harus nunggu sang idola nongol. Akhirnya, Eross, Duta, Sakti, Adam dan Anton keluar. Wow, teriakan dari anak baru gede silih berganti terdengar berpacu dengan sound system dan suara sang vokalis Duta.

Nah, yang saya tulis di atas mungkin biasa dan tidak norak. Tapi, setelah konser, kami bertiga kambuh dan pengen ketmu Duta, Eross dan Sakti. Karenanya, kami nekat datang ke tempat penginapan mereka, yaitu Pangeran Beach Hotel. Ternyata, disana puluhan ABG sudah berdiri dan teriak-teriak memanggil personil SO7.

Kami, tentu terkaget-kaget. Kok ide, untuk mengejar sampai ke hotel bisa sama dengan ABG yang masih duduk dibangku SMP dan SMA itu. Karena, udah terlanjur, maka kami pun mengikuti tingkah ABG yang meneriakkan nama personil SO7. Entah mendengar teriakan orang di luar– kalau gak salah si Eross (dengan baju kaos biru..) nongol lewat jendela.

Saya, langsung teriak histeris melihat si Eross. Apalagi dia ngasih orang-orang yang berada di pelataran parkir hotel air mineral. Tingkah itu berlanjut dengan ingin masuk ke dalam hotel. Karena, saya, Rini dan Noli ingin foto bareng dengan personil. Tapi, hal itu urung dilakukan. Karena, kami tak tahu dan takut masuk ke lobi hotel.

Karena niat untuk foto bareng tidak terlaksana, walhasil bus besar yang mengangkut awak SO7 konser menjadi sasaran. Bus besar yang sudah penuh coret-coretan itu, kami jadikan tempat latar berfoto.

Setelah itu, tingkah norak yang saya lakukan adalah; berkirim surat ke SO7 yang dititipkan lewat sopir atau kru SO7. (saya lupa apa isi surat itu).. Ondeh Rini Budiarni dan Mirza Nolia masih ingatkah dengan kejadian itu. G yakin pasti lu masih ingek. Kok, bisa ya???

Tingkah itu berlanjut sampai SO7 datang lagi ke Padang untuk mengadakan konser yang kedua kalinya. Karena masih fans SO7, malah kami bertiga sudah mendaftar menjadi Sheila Gank–sebutan untuk para penggemar SO7. Di konser yang ke dua ini, saya harus menonton malam.

Di konser yang kedua ini, kami masih nekat mendatangi hotel tempat menginap mereka. Saya ingat betul, habis kuliah, kami turun di Pangeran Beach Hotel. Tujuannya untuk bisa ketemu dengan para personil. Dan doa kami terwujud. Setelah mengitari bagian belakang hotel, kami melihat sosok cowok yang berambut gondrong sedang berenang. Ya, Anton sang drummer (sekarang udah keluar-red) sedang asyik berenang.

Kesempatan itu, tidak dilewatkan. Dengan modal nekat dan pede, kami menghampiri kolam renang. Berkat bantuan orang yang kebetulan ada disana, akhirnya kami bisa berfoto ber-4.

Sementara itu, perjuangan untuk menonton konser ke dua ini sungguh melelahkan dan menakutkan. Karena, konsernya malam–dan kebetulan kami semua jomblo–maka bertiga-tigalah nonton malam itu. Nonton konser malam hari ternyata agak menakutkan, karena orang sangat ramai. Tapi, karena saking nge-fans dengan SO7 maka perjuangan itu dilewati.

Sekarang, setelah sekian tahun, SO7 masih tetap menjadi salah satu grup band favorit saya. Meski, lagu-lagu mereka setelah album ketiga yang bertajuk 07 Desember tidak meledak lagi di pasaram, saya masih mengikuti perkembangan SO7. SO7, sudah tergerus dengan grup band baru yang sekarang digila-gilai oleh ABG. Peterpan, Samson, Ungu, hingga Nidji adalah grup band baru yang menjadi idola ABG. Belum lagi, Seventeen, D’Masive, ST 12, Vagetoz, dan si Racun Dunia Cangchuters–dengan lagu yang easy listening makin menenggelamkan SO7.

Tapi, jika SO7 konser lagi di Padang, saya tak tahu apakah akan masih pergi nonton konsernya. Teman saya si Rini udah terbang ke Bandung, dan Noli meski masih di Padang saya kurang yakin apakah masih mau ketemu dengan Duta. Dan saya sendiri, sekarang tidak berminat lagi untuk nonton konser (udah gak zaman lagi…). Terkahir, saya masih berharap keinginan untk berfoto dengan Eross bisa terwujud. Amin…

Satu pemikiran pada “Sheila on7, 10 tahun lalu…

  1. Ha…ha…ha…lucu n emang norak…
    Tapi ga pa2 kok biar jadi kisah klasik untuk masa depan (kaya’ lagunya SO7 aja…;p)
    Btw…udah dengar lagunya yang baru belum??? masih berminat beli kasetnya ga?😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s