Pria ’40 Itu,…


Almost Forty… Itu adalah sebuah judul novel yang telah selesai saya baca 1 bulan lalu. Cerita tentang seorang gadis bernama Natasya yang tinggal bersama mamanya–sementara sang papa sudah meninggal. Mama Natasya mencoba me-cover peran seorang bapak, sebagai tulang punggung keluarga dan fifur seorang ayah, namun tidak bisa.

Natasya memiliki seorang pacar bernama Adrian. Di dalam diri sang pacar, Natasya ternyata tidak menemukan figur Papanya. Sang kekasih, ternyata egois, menang sendiri dan otoriter. Akhirnya, Natasya putus dengan Adrian karena tidak tahan dengan sikap pacar yang menang sendiri itu.

Namun, Natasya yang masih duduk di bangku SMA itu, bertemu dengan seorang bernama Pascal. Ada aura yang berbeda dalam diri Pascal. Pascal memiliki sifat ramah, tenang, menganyomi, dan membimbing. Dengan Pascal, Natasya bisa bermanja-manja dan bercerita apa saja. Dan dia yakin, Pacal adalah figur yang cocok menggantikan sang Papa.

Hanya saja, Natasya harus berhadapan dengan sebuah realita. Realitas bahwa di tengah rasa cinta kepada Pascal, bahwa ada sebuah detail kecil yang terlupa. Bahwa, Pascal tidak hanya sebaik dan sesumparna sang Papa, tapi juga SEUMURAN PAPANYA.

Kenapa saya menceritakan novel karya Cyntia Clarissa di atas dengan postingan yang akan saya tulis sekarang?.

Ya, kemarin malam saya menerima telpon dari seoreang teman. Dia curhat tentang seseorang yang telah membuatnya jatuh cinta. Seorang teman/relasi kerja yang telah membuat dia terpesona. Pria itu sangat sempurna sebagai untuk dijadikan suami. Dan ternyata, si cowok juga punya perasaan yang sama. Malahan dia mau ngajak teman saya nikah.

Pria mapan, punya pekerjaan, baik, penyayang, tidak merokok dan rajin sholat lagi. Perempuan mana coba, yang akan menolak cowok seperti itu.

Tapi, ada masalah. Ternyata, pria itu sudah pernah berkeluarga dan punya anak 1. “Ngkus, dia itu Duda. G baru tahu. Gimana kus, kenapa dia tidak jujur dari awal kalau dia pernah menikah,” begitu kata teman saya yang curhat dengan semangat ’45.

Setelah sekian lama berhubungan, pria ’40 itu mengaku bahwa dia sudah cerai dengan mantan istrinya. Awalnya, dia mau ngaku ke teman saya. Tapi, itu tidak dilakukannya, karena awalnya dia tidak tahu bakalan jatuh cinta ke teman saya tersebut. Ternyata, betul kata orang Jawa, (sory saya lupa, tapi kalau gak salah artinya, kalau lama-lama dan sering ketemu bisa-bisa jatuh cinta…).

“Ngkus, g pusing. Kok di baru mengaju sekarang. Kenapa bukan dari awal, Jadi g kan bisa berfikir. Sekarang, saya jatuh cinta dengan pria ’40 itu,” ujar teman saya di ujung telponnya.

Waduh, saya juga bingung, mau ngomong apa. Wow, teman saya jatuh cinta sama pria ’40 dan ternyata dia DUDA punya 1 anak??? Wow, benar-benar amazing. Teman saya bisa mengalamisuatu sensasi dan riak-riak di dalam kehidupannya yang telah dewasa.

G dak bisa Ngkus. Dia kan Duda. Statusnya itu lho, Kus,” katanya lagi.

Pria ’40—Almost Forty—hampir mirip. Jatuh cinta dengan pria yang sepantaran dengan Adik Mama atau Om. Tapi, cinta itu memang aneh. Bisa datang kapan saja dan si Cupid memanah sasaran semau dia. Seperti teman saya ini.

Mengenai hal itu, saya cuma kasih masukan kalau benar-benar saling cinta dan pria ’40 itu bertanggung jawab ya, dilanjutkan. Tapi hal itu kembali kepada teman saya. Seperti yang dia bilang, Menikah dengan DUDA??? Apa nanti bilang orang tua di kampung???

“Semua terserah l. Mau dilanjutkan atau tidak. Kalau g cuma kasih masukan. Kalau itu yang terbaik kenapa tidak dicoba. Jodoh kan tidak tahu siapa. Jika Tuhan mentakdirkan kita bertemu dengan jodoh DUDA,ya mau gimana lagi,” kata saya yang memberi sedikit masukan dengan masalah yang dihadapinya.

Sebagai seorang perempuan, saya sangat mengerti dengan persoalan itu. Jika sekarang maslaah itu, mampi di kehidupan saya, bakalan bingung juga. Di satu sisi pria itu baik, sopan, bertanggung jawan, penuh kasih sayang, santun kepada orangtua, rajin sholat dan tidak perokok—tapi di sisi lain di punya status DUDA.

Bagi saya sendiri, jika dia Duda karena istrinya meninggal dunia mungkin masih bisa dipikirkan. Tapi, jika dia Duda karena CERAI. Wow, itu harus dipikirkan 10000000x. Jangan-jangan nanti setelahdia menikhi kita bakal dicerai juga.

Sekarang, saya cuma bisa berharap, agar jodoh dan Miss Cupid memanahkan sang panah cinta ke sasaran yang tepat. Dan teman saya itu, bisa megatasi masalahnya….(reni)

* Foto diatas sengaja saya tampilkan, tidak ada hubungan dengan cerita teman tentang Pria ’40. Cuma Paolo Maldini—pemain bola favorit saya itu punya kemiripan. Dia juga berumur 40 tahun (26 Juni 1968). Cuma sayang dia tidak sholat (karena non Muslim), mungkin suka minum-minum. Dan masih ada lain-lain… Tapi tatap Hidup Maldini!!!

2 pemikiran pada “Pria ’40 Itu,…

  1. pagi…sahabat, apa kabar hari ini?????

    suka banget dengan bola ya???, saya suka ngelongo kalau di ajak nonton bola, soalnya nggak ngerti banget soal bola. yang saya tau bola itu bulat, dan cara memainkannya di tendang. pemainnya terdiri dari 12 orang, selain dari itu…Asli! saya nggak ngerti sama sekali.

    kapan-kapan boleh kita nonton bola bareng, walaupun saya nggak ngerti…
    Tetapi akan saya coba “sok” di ngerti-ngertiin deh…:mrgreen:

    Yaa…Itulah cinta!, cinta itu tidak mengenal batas usia, tidak juga mengenal status.
    Yang terpenting adalah bagaimana cinta itu bisa hadir di hati kita dan kitapun bisa merasakannya, aromanya bisa menjadikan rahmat untuk orang lain.

    Salam damai penuh cinta di dalam Rahmat dan Ridho Allah SWT

  2. cinta ga mandang apapun dan ga ada seorangpun yg tau kapan dan dimana cinta itu datang sama sperti klahiran dan kmatian,demikian juga dengan kekuatan cinta tidak ada yg bsa menghalangi krn sumber cinta itu adalah Dia sang pencipta so knp malu dgn status bila km mantap dgn cintamu ok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s