Paripurna Istimewa HUT Padang “Diamuk” Badai


SAAT Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi pidato berapi-api dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD HUT Kota Padang ke-339 di aula Bagindo Aziz Chan, Kamis 7/8, keributan terjadi di pelataran parkir gedung pertemuan. Puluhan karangan bunga yang berjejer terpental mengenai deretan mobil mewah. Bahkan mobil BA 1 A juga terkena amukan badai yang berlangsung sekitar pukul 11.15 WIB.

Kesibukan sangat terlihat di pelataran parkir, ketika cuaca tiba-tiba tak bersahabat. Petugas Dinas Perhubungan, Sat Pol PP yang kebetulan berada di pelataran parkir sibuk memindahkan karangan bungan yang sudah jatuh dan menimpa beberapa mobil.

Bahkan, tiga mobil milik kandidit calon Walikota dan Wakil Walikota Padang dalam Pilkada Oktober mendatang tak luput dari amukan badai. Toyota Chamry BA 1 A, D 1 IQ dan BA 5 A masing-masing milik Fauzi Bahar calon walikota yang diusung dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dikky Syarfin dari gabungan Partai Koalisi Sakota dan Yusman Kasim dari Golkar dan PPP terkena puluhan karangan bunga yang terlempar akibat badai.

Zam Zami, salah seorang petugas Dinas Perhubungan dengan temannya sibuk memindahkan karangan bunga dari mobil-mobil tersebut. Bahkan Kepala Kominfo Kota Padang Drs Very Yasri dan Kabag Umum Raju Mindrofa SSTp juga turun tangan. Malahan, Very dan Raju yang paling sibuk dan terlihat cemas.

“Semua karangan bunga tolong disingkirkan dari dekat mobil. Kalau jatuh berbahaya,” kata Raju.

Beberapa menit sebelum badai datang, ketika Walikota masih berpidato–listrik tiba-tiba mati. Meski hanya hitungan emnit, kegelapan cukup mewarnai Sidang Paripurna Istimewa itu. “Wah, ternyata tak hanya pesta penikahan listrik mati. Di acara Sidang Paripurna Istimewa seperti ini bisa juga listik mati,” kata salah seorang wartawan elektronik yang meliput kegiatan HUT Kota Padang tersebut.

Meskipun, beberapa musibah menimpa saat puncak acara HUT Kota Padang, namun secara keseluruhan sidang paripuran berjalan aman. Walikota yang berpidato sekitar 1 jam sangat antusias dihadapan para undangan. Ribuan orang hadir, untuk merayakan peristiwa heroik 7 Agustus 1669 itu.

Deretan tamu dan undangan tumplek di aula. Seperti, Gubernur Gamawan Fauzi SH MM yang hanya diwakili Sekdaprov Drs H Yohannes Dahlan saja. Selain itu, ada Anggota 45 DPRD Padang, seluruh pejabat Pemko Padang, baik Kepala Dinas, Badan dan Kantor memenuhi ruangan. Bahkan 104 lurah menjadi terlihat mencolok dengan seragam putih–mereka layaknya seperti bupati/walikota. Sementara para camat hanya berjas biasa.

Ketua DPRD Padang Hadison SSi Apt membuka Sidang Paripurna Istimewa yang terbuka untuk umum itu. Sidang itu, katanya tidak akan menghasilkan sebuah keputusan.

Dalam pidato sekitar 1 jam itu, Fauzi Bahar mengakui, baginya perayaan HUT kali ini merupakan kesempatan terakhir untuk bicara di depan publik Kota Padang. Fauzi juga mengajak orang-orang untuk mengenang saat pertama kali dirinya dan Yusman Kasim dilantik. “Terima kasih kepada DPRD Padang yang melantik saya dulu. Sekarang saya juga berada disini ditempat yang sama waktu saya dengan Pak Yusman dilantik 4,5 tahun lalu,” kata Fauzi.

“Belum banyak yang saya perbuat. Mungkin tak banyak yang pusa dengan kinerja kami berdua. Namun, yakinlah semua yang saya lakukan sesuai dengan skala prioritas dan bersifat urgen untuk masyarakat,” tambahnya.

Seperti biasa, kesempatan itu juga digunakan Fauzi Bahar untuk pamit dan berterima kasih. Bahkan, tak lupa dia mengajak tandemnya selama 4,5 tahun, Yusman Kasim maju ke podium kehormatan. Yusman mendapat kesempatan untuk ‘sawon’. Dan mungkin, untuk terakhir kalinya mereka dirinya bisa berdampingan.

“Silahkan Pak Yusman, berdiri di samping saya. Kita sama-sama pamit,” kata Fauzi yang disambut tepuk tangan dan riuh para undangan. Bahkan beberapa orang ikut berdiri dan berteriak. “Mantap mah. Kapan lagi nih, melihat Fauzi dan Yusman cium pipi kiri dan kanan,” kata beberapa undangan yang duduk di deretan paling belakang.

Sama seperti dengan atasannya, Yusman juga memberikan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Padang. Dalam momnetum HUT Padang ke-339, jelasnya adalah saat yang tepat untuk masyarakat bangkit. (ren/rvi)

3 pemikiran pada “Paripurna Istimewa HUT Padang “Diamuk” Badai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s