Ayo, Maria Kristin….


Olimpiade Beijing 2008. Iven olahraga terbesar dunia ini kurang saya ikuti. Berhubung berita tentang iven ini hanya disiarkan langsung oleh TVRI Nasional–sementara di rumah, TVRI tak dapat. Selain itu, saya juga tahu bahwa dalam Olimpiade ini atlet Indonesia tak akan bisa berbuat banyak. Tapi tadi sore saya baru lihat bahwa Maria Kristin–pebulutangkis tunggal putri Indonesia–berhasil menembus semifinal. Dan berarti, Maria Kristin sudah memastikan akan menambah satu medali untuk Indoensia–yaitu perunggu. Namun, tentu saya berharap Maria Kristin mampu menembus final dan menjadi jawara tunggal putri. Dan berkumandanglah Lagu Indonesia Raya di stadion. Dari yang saya baca dari detik.com–Maria Kristin Yulianti memantapkan langkah ke babak semifinal setelah menundukkan pebulutangkis asal India Saina Nehwal dengan 26-28, 21-14, 21-15. Nehwal yang di babak sebelumnya sukses bikin kejutan dengan menumbangkan unggulan empat Wang Chen bisa mencuri set pertama lewat pertarungan ketat. Akan tetapi, niatan Nehwal yang ingin menjadi putri India pertama yang mencapai babak empat besar akhinya kandas setelah Maria Kristin mampu membalikkan kedudukan di dua set berikutnya. Kemenangan Maria Kristin sendiri tidak terlepas dari kesalahan Nehwa. Berulangkali dia membiarkan shuttlecock jatuh, padahal arahnya masuk ke dalam lapangan. Kemenangan atas pemain India ini akan mempertemukan Maria Kristin dengan tunggal putri tuan rumah Zhang Ning. Tentunya, perjuangan berat bagi Maria Kristin. Namun, saya yakin cewek yang selalu menguncir rambutnya ini berhasil menuntaskan perjuangannya. Zhang Ning yang kini menempati peringkat tujuh dunia itu memang bukan lawan yang mudah bagi Maria yang berada di urutan 25 dalam daftar ranking BWF. Apalagi ia menyandang predikat juara bertahan di ajang Olimpiade dan bertarung di depan publik sendiri. Namun demikian Maria tetap memiliki peluang untuk menaklukkan Zhang. Di Kejuaraan Indonesia Terbuka bulan Juni lalu ia mampu menundukkan pemain berusia 33 tahun itu di babak semifinal lewat pertarungan ketat 21-14, 20-22, 22-20. Dalam partai semifinal nanti, Maria tentu mendapat tekanan dari suporter tuan rumah. Akankah Maria Kristin bisa mengikuti jejak seniornya Susi Susanti menyumbangkan emas untuk Indonesia, kita tunggu saja!!! Selain Maria Kristin–tunggal putra–Sony Dwi Kuncoro lolos ke perempat final untuk melawan Lee Chong Wei. Babak perempatfinal juga ikut dijejak Nova Widianto/Lilyana Natsir usai menundukkan Han Sanghun-Hwang Yumi dari Korea, 23-21, 21-19. Dan jujur, sebenarnya saya kecewa dengan raihan yang ditorehkan para atlet bulutangkis di Olimpiade Beijing 2008. Kenapa, pemain ganteng Taufik Hidayat belum apa-apa sudah keok di babak awal. Juara bertahan inisudah kandas dalam pertarungan pertamanya melawan Wong Choon Hann–pemain bulutangkis asal Malaysia yang tak diunggulkan itu. Disamping itu, pasangan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto kandas di babak pertama di tangan ganda Jepang. Di Beijing University of Technology, Selasa (12/8/2008), Luluk/Alvent harus mengakui keunggulan duet Tadashi Ohtsuka/Keita Masuda. Dalam pertarungan tiga set, Luluk/Alvent kalah 21-19 14-21 14-21. Meski begitu saya berharap bendera Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya akan didengar oleh masyarakat dunia di Beijing. Jangan hanya Cina atau Amerika saja. So, ayo duku atlet dan kontingen Indonesia!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s