Babendi, ala Wako ‘n Wawako


BABENDI-bendi ka sungai tanang aduhai sayang… Hati siapo indak kan sanang maliek rang mudo maliek rang mudo…” Begitu secuil bait lagu urang Minang–jujur saya lupa judulnya. Terkait dengan bendi lagi, ada hal menarik yang terjadi di Kota Padang beberapa hari terakhir. Bendi dijadikan alat transportasi oleh para kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Padang priode 2008-2013 pergi mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang di Jalan Palembang No 19 Asratek Ulak Karang Selatan.
Benar-benar menarik–para calon babendi-bendi diarak keliling. Dan Senin (11/8) lalu, saya kebagian ngeliput pendaftaran salah satu bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Dra H Yusman Kasim MM dan Yul Akhiari Sastra SH–pasangan yang disingkat (YUSRA) saat mendaftar ke KPU.

Jujur, sebenarnya saya malas ngeliput. Tapi, karena sudah tugas mau apalagi. Dan, tak tanggung-tanggung saya ikutan keliling dengan pasangan YUSRA naik motor. Capek juga–meski saya hanya dibonceng–tapi karena terik matahari lumayan panas jadi cukup melelahkan.

Tebar senyum selalu dilontarkan oleh pasangan YUSRA. Tepe (tebar pesona-red) begitu istilah anak muda sekarang–pasangan ini tak hentinya melambaikan tangan dan senyum kiri kanan. “Hidup Yusman. Bersama Kita Kuat!!! Begitu teriakan saat arak-arakan di jalanan.

Akhirnya, sampai juga di kantor KPU Padang sekitar jam 15.30. Dan tabuh pun dibunyikan mengikuti pasangan memasuki kantor KPU. Saya, hanya berdiri saja di luar–dekat para kusir bendi. Malas, pergi ke dalam.

Tiba-tiba, ada makhluk agak sedikit gendut, agak sedikit botak dan agak sedikit lucu memanggil,” Cari sisi lain dari pendaftaran YUSRA,” kata Redpel yang bernama Rakhmatul Akbar itu.

Iseng-iseng saya tanya kusir bendi yang membawa YUSRA. Ternyata dari pengakuan kusir yang bernama Pak Ujang dan Pak Mangguang, ada rezeki plus-plus saat alek demokrasi di Kota Padang.

Kenapa rezeki kusir bendi plus-plus? Mereka mengaku pemesanan bendi sebagai kereta mengangkut pasangan calon walikota dan wakil walikota adalah sesuatu hal yang baru. Arak-arakan keliling kota dan ditonton ribuan warga adalah sesuatu yang membanggakan.

Bukan hanya itu, para kusir bendi juga mendapat anugerah karena bisa bertemu dengan orang-orang penting. Seperti Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi, Wakil Ketua DPRD Sumbar H Mahyeldi Ansyarullah dan Wakil Walikota Padang Drs H Yusman Kasim.

“Salamo ko awak alun ado basuo walikota lai do. Cuman mancaliak di koran. Mumpuang lai basuo awak ba foto lah samo urang-urang hebat tu,” kata Pak Ujang (56).

“Biaso nyo yang acok dibawo tu pangantin baru atau kalau ado anak yang nio akikah. Tapi kini ko ambo mambawo calon walikota samo wakil walikota,” tambah Pak Ujang.

Kusir bendi yang membawa pasangan Walikota Padang Drs H Yusman Kasim MM Yul Akhiari Sastra SH–pasangan yang disingkat YUSRA itu mengaku senang dan gembira dengan dijadikannya bendi sebagai transportasi pasangan. Menurutnya selain melestarikan budaya Minangkabau, para pasangan juga memberikan ikut membantu para kusir bendi yang sepi order.

Untuk menyewa sebuah bendi, kata Pak Ujang bayaran atau upah adalah Rp 1 juta. Bayaran itu sudah termasuk upah kusir bendi dan segala macam asesoris hiasan bendi yang dipakai pasangan. Biasanya, yang akan menyewa adalah para simpatisan dari para pasangan.

Sehari sebelumnya–Minggu (10/8) Pak Ujang yang ditemani saudaranya Pak Mangguang (61) juga membawa pasangan Fauzi Bahar-Mahyeldi Ansyarullah ke kantor KPU. PakUjang dan Pak Mangguang berkeliling beberapa jalan protokol bersama Fauzi-Mahyeldi, seperti Jalan Ratulangi, Jalan Sudirman, Jalan Rasuna Said, Jalan Khatib Sulaiman hingga ke S Parman.

Ternyata bukan hanya pasangan walikota dan wakil yang dibawa kusir bendi tersebut. Beberapa tokoh terkenal lainnya juga pernah mereka bawa keliling dengan kereta kuda ‘Rumah Adat Minangkabau’. Seperti, Menegpora Adhyaksa Dault (pembukaan FIPOB 2007), Gebernur Gamawan Fauzi SH MM–saat pernikahan putri pertamanya, Presenter Tantowi Yahya. Bahkan beberapa bulan lalu, Pak Ujang juga membawa Gusti Randa yang diarak menjadi Syamssul Bahri bersama Datuak Maringgih.

Usai tanya jawab dengan Pak Ujang dan Pak Mangguang saya tak meninggalkan momen untuk mencoba bendi yang dinamakan Rumah Adat Minangkabau itu. Dan Redpel saya juga ikutan juga. Berlagak seperti calon walikota—lambaian tangan juga ditebar. Dan ini contoh fotonya:

4 pemikiran pada “Babendi, ala Wako ‘n Wawako

  1. Unie, ta jadi kangen sama Padang ngeliat pawai “babendi ala wako n wawako” yang unie tampilkan. Pasti Padang udah banyak perkembangan sekarang ya, padahal baru kemarin tapi rasanya udah lama banget ta ninggalin Padang. Kapan ya, ta bisa lagi ada di Padang…

    Oya, ta lupa. Unie bilang dong sama calon Wako n Wawakonya, kenapa harus naik bendi kan lebih seru kalo jalan kaki atau naik angkot aja biar dibilang me-rakyat.

    Renimaldini-> Apa kabar Rieta,..Kangen ya sama Padang..Ya udah balik ke sini lagi,,
    Ngapain di Jambi…
    Boleh juga, ntar dibilang ama Wako dan Wawako biar jalan kaki ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s