“Asmara Subuh”, saingi nelayan di Pantai…


Kumpul-kumpul di tepi pantai di kalangan anak muda ketika bulan Ramadhan yang dikenal juga dengan ‘asmara subuh’ masih tetap membudaya. Selama bulan Ramadhan pantai yang biasanya dipenuhi para nelayan, tapi sekarang anak muda yang masih berbusana habis shalat mudah dijumpai disana.

Hal tersebut terlihat di Pasia Jondul Tabing, akhir pekan Sabtu (7/9) dan Minggu (8/9) daerah Pasia–sebutan pantai oleh masyarakat sekitar–ramai dikunjungi anak-anak muda. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan ada juga jalan kaki. Pada umumnya, mereka datang berkelompok, mulai dari kelompok pria, perempuan dan ada juga yang berpasangan.
Setelah shalat Subuh sekitar pukul 05.45 WIB dan 06.00 WIB Pasia Jondul sudah ramai dikunjungi anak-anak muda. Tapi, yang memiriskan muda mudi tersebut mengenakan peci dan sarung diselempangkan di pundak–bagi kelompok pria. Sementara yang perempuan–masih mengenakan mukena dan ada yang sudah melepaskan mukenanya.

Ketika di pantai, muda mudi hanya bermain ombak di tepi pantai atau hanya duduk-duduk di pasir pantai. “Duduak- duduak se di siko nyo. Dari tahun ka tahun lah biaso main di Pasia salasai shalat subuh,” kata Andi yang tinggal di Jondul IV Tabing.

Andi bersama teman-temannya sengaja datang ke Pasia Jondul, karena lokasi rumahnya berjarak sekitar 300 meter dari pantai. Sebenarnya, Andi kurang setuju dengan sebutan asmara Subuh, karena sejak kecil dirinya sering bermain ke pantai setelah shalat Subuh.

“Tiok Ramadhan datang, Pasia Jondul iko rami samo anak-anak mudo. Indak itu se do, ado juo anak ketek yang datang samo urang tuo nyo,” kata Andi.

Suasana pantai setelah Subuh tak kalah asyik dan indahnya ketika sore–melihat sunset di tepi pantai. Udara pagi yang sejuk dengan titik embun menerpa kulit menjadi kenikmatan sendiri di tepi pantai. Ditambah lagi dengan melihat aktifitas nelayan yang berangkat ke laut mencari ikan.

“Orang bilang jalan-jalan ke pantai setelah shalat Subuh tak ada manfaatnya. Itu mungkin yang ingin berpacaran. Tapi bagi kami ke pantai ini hanya untuk refreshing dan jalan-jalan saja. Tidak lebih,” kata Ami Dwi Sandra salah seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta.

Duduk-duduk di tepi pantai dan bermain ombak, katanya mengingatkan kembali ke masa kecil. Dimana saat umur 10 tahun main ombak di tepi pantai adalah kegiatan rutin tiap akhr pekan. “Kalau hari biasa tidak pernah main ke pantai. Entah kenapa, suasana Ramadhan ini enak aja main ke pantai,” tuturnya. Meski banyak anak muda yang tak setuju disebut asmara Subuh, namun kebiasaan generasi muda ini seharusnya tidak merusak nilai ibadah puasa. (***)

4 pemikiran pada ““Asmara Subuh”, saingi nelayan di Pantai…

  1. Asrama subuh, bukan budaya.
    Korupsi, bukan budaya.
    Budaya terlalu tinggi untuk dijadikan sebuah kambing hitam, atas rusaknya moral anak bangsa.

    Renimaldini-> Oke dek kaka’

  2. Tak masalah lah Ni jalan2 abis subuh, sekalian mengganti udara di dalam paru2 dan memompa sedikit darah di tubuh… kalau dicampur dengan asmara nah itu baru masalah tuh…he3x

    Renimaldini-> Siap komandan…

  3. jangan terlalu resah jika kita pernah di sana dan tak mendapatkan apa dari pencarian hidup ini. toh, kaca mata kita saja yang sudah berbeza, melihat persoalan itu menjadi salah besar. padahal, kita pernah di sana, dan tak merasakan salah sedikitpun karena memang tak ada yang kita lakukan melampau batas moralitas.

    abdullah khusairi
    http://abdullahkhusairi.wordpress.com/2008/09/16/secangkir-puisi/

    Renimaldini-> Siap bos…Jangan sampai melewati batas ya??? Oke deh…

  4. hmmm, kalau cuma jalan kayaknya ngga kenapa-kenapa kak
    daripada mereka diam di rumah, dengan jalan-jalan pagi bikin tubuh bergerak.

    ya asal ngga berbuat yang macam-macam.

    kalo menurut Bearnuts sih asmara subuh itu bukan budaya, hanya kebiasaan saja.

    Renimaldini-> Oke, asmara subuh bukan budaya tapi, kebiasaan yang makin hari makin tergerus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s