Kisah Cintaku Peterpan


PARA musisi tanah air kaya dengan karya cipta berupa lagu dan musik yang indah. Begitu banyak lagu yang sudah tercipta. Dari sekian banyak lagu yang sempat mampir di telinga para peminta musik, tentu ada salah satu lagu yang nyangkut dan kecantol dihati.

Kemarin, sepulang kantor di atas angkot yang menjadi teman setia mengantar pulang, si sopir memutar lagu yang bikin saya terkenang dengan kisah beberapa tahun lalu. Suara Ariel–vokalis Peterpan menyanyikan sebuah lagu yang benar-benar bagus. Sedikit berbeda dari penyanyi asli, Ariel menjadikan lagu Kisah Cintaku–dari Om Crisye–lebih syahdu dan bermakna.

Kisah Cintaku–yang dipopulerkan oleh alm Om Crisye, merupakan salah satu lagu kesukaan saya. Saking sukanya, ketika zaman kuliah dulu, saya bela-belain mencatat syair lagunya dibuku catatan kuliah. Entah siapa yang iseng, syair lagu Crisye yang saya catat itu ada balasannya (lewatkan…)

Selanjutnya, kesukaan terhadap sesuatu memang punya alasan atau latar belakang kenapa kita menyukainya.  Seperti seorang teman yang menyukai lagu Kuch-Kuch Hota Hai–hanya gara-gara suka ama film yang dibintangi Shahruk Khan. Nah, khusus lagu ini, juga ada satu memori yang tersembunyi dibaliknya (tak perlu diceritakan)

Akhirnya, tak ada salah untuk kembali melihat lirik lagu dari Om Crisye yang dinyanyikan lebih manis oleh Peterpan.

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri
Tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi
Tinggalkan diriku

(kini kau tlah pergi tinggalkanku)

Adakah semua kan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
(mungkinkah terulang lagi)

Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Di dalam hatiku (di dalam hatiku)
Takkan pernah hilang (takkan pernah hilang)
Bayangan dirimu untuk selamanya (selamanya)

Reff:
Mengapa terjadi (tlah terjadi)
Kepada dirimu (di dirimu)
Aku tak percaya kau telah tiada

Haruskah ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Adakah semua kan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
(mungkinkah terulang lagi)

Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Di dalam hatiku (di dalam hatiku)
Takkan pernah hilang (takkan pernah hilang)
Bayangan dirimu untuk selamanya (selamanya)

10 pemikiran pada “Kisah Cintaku Peterpan

  1. Kok ada yang di(lewatkan…)dan (tak perlu diceritakan)…😀 .. Saya juga salah satu fans Crisye lho…

    Renimaldini-> He…He..sedikit rahasia..(tak penting diceritakan)

  2. TUH ANGKOT EMANG HEBAT….LAGUNYA BISA BUAT RENI BERKARYA…KEEP BLOGGING REN! BRAVO!

    Renimaldini-> Angkot di Padang emang HEBAT… Setiap lagu terbaru pasti diputar…Tp terkadang angkot jg bisa bikin puyeng…

  3. “Nah, khusus lagu ini, juga ada satu memori yang tersembunyi dibaliknya (tak perlu diceritakan)”

    kenapa tidak diceritkan saja ren.. cerita apakah itu?? heheh..ketaun, pasti kisah reni agak mirip samo lirik lagu ku…

    Di malam yang sesunyi ini
    Aku sendiri
    Tiada yang menemani
    Akhirnya kini kusadari
    Dia telah pergi
    Tinggalkan diriku..

    Renimaldini-> Masak sih, Anto punya pengalama juga dengan lagu ini.. Sebenarnya yang betul itu adalah bait ini…
    Mengapa terjadi
    Kepada dirimu
    Aku tak percaya kau telah tiada

    Haruskah ku pergi tinggalkan dunia
    Agar aku dapat berjumpa denganmu

  4. kelok sembilan mesti didaki
    sambil melangkah tenangkan diri
    kita berbagi di hari nan fitri
    untuk silaturrahmi dan jati diri

    Minal Aidin Wal Fa Idzin
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1429 H
    —–ABDULLAH KHUSAIRI, MA SEKELUARGA—–

    Renimaldini->-> Berteman terasa mesra bila ada gurau dan canda
    Namun terkadang ada kata berangkai dusta, ada sikap menoreh luka
    Memaafkan adalah Kebesaran Jiwa
    Dimaafkan adalah Ketulusan Hati
    Met Lebaran, Mohon Maaf Lahir dan Btin juga B’Eri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s