Perempuan,…


SEORANG perempuan yang sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki pujuaan hatinya, memutuskan untuk mengungkap sebuah rahasia kepada calon suaminya. Dia yakin dan percaya, bahwa calon suami tersebut bisa menerima sebuah kisah kelam dalam di masa lalunya. Setelah tiga tahun saling berbagi layaknya orang yang saling mencintai, dia yakin bahwa laki-laki itu adalah seorang yang penuh pengertian.

“Saya tidak perawan lagi”. Kata itu, dilontarkan dengan tenang. Laki-laki itu kaget dan tak percaya. Perempuan yang sudah 3 tahun menjadi kekasihnya ternyata menyimpan satu rahasia. Padahal, selama mereka berpacaran kepercayaan merupakan salah satu hal prinsip yang harus mereka miliki. Tapi, sekarang disaat lamaran sudah sampai ke orangtua perempuan, persiapan, undangan sudah dipesan—tiba-tiba kekasih hatinya mengucapkan kata-kata yang tidak pernah terfikir dalam benaknya.

Kemudian, apa yang harus diperbuat laki-laki itu? Marah, itu pasti—karena dia telah dibohongi. Kecewa, jelas. Ah, tak tahulah…Yang jelas, kejadian ini merupakan salah satu fenomena ditengah zaman yang makin canggih ini. Apalagi, untuk kota-kota besar seperti Jakarta.

Tidak ada hubungan dengan saya yang notabene belum pernah mengalami masa itu, namun saya pengen tahu, bagaimana sih sikap laki-laki ketika tahu calon istrinya tak perawan lagi…Nah, kemarin beberapa teman di kantor saya tanya mengenai hal ini. Jawabannya beragam…

Harfianto, rekan saya yang sehari-hari nongrong di Kantor Gubernur ini menyebutkan kata-kata yang luar biasa. “Kamu pembohong. Kita tidak jadi menikah. Kenapa tidak bilang dari dulu. Itu adalah PEMBOHONGAN PUBLIK!!! Pasti saya tak melanjutkan hubungan ini .. (sadis kan…) Walau jujur, saya maklum pasti laki-laki ingin istrinya yang dinikahinya itu masih perawan.

“Yah, dak mungkinlah Ren. Itu bukan kesalahan, tapi perempuan itu sudah membuat sesuatu yang diluar agama (begitu penjelasan tuan muda ini…)

Kemudian ada lagi kalimat bijak dari Abdullah Khusairi—Pemred Padang Today. Sang sastrawan ini berkata, “apapun alasan perempuan, kenapa dia tidak perawan, laki-laki pasti menginginkan istrinya perawan). Hanya laki-laki yang yang luar biasa bisa menerima bahwa teman hidupnya itu sudah tak perawan.

Trus, ada komentar dari Benny, anak kecil yang belum cukup umurnya 20 tahun. Dia bilang, “perawan itu tidak penting. Yang utama itu adalah hati dan komitmen. Yang menjalani bahtera rumahtangga itu kan mereka berdua. Kalau bisa menerima tak masalah. Laki-laki tak boleh egois…

Masih ada lagi pendapat teman, dan saya simpulkan sekitar 90 persen laki-laki menginginkan calon istrinya perawan.

Nah, sekarang yang pengen saya tanya. Bagaimana dengan perempuan. Jika laki-laki bisa tahu bahwa perempuan itu masih perawan atau tidak, Kemudian bagaimana dengan perempuan. Gimana mengetahui bahwa laki-laki itu masih perjaka atau tidak… Secara hari geneeee, laki-laki banyak ulahnya…(enak laki-laki dong, perempuan harus perawan yang laki-lakinya tak perjaka…)

Sekarang, saya tidak mempersoalkan hal itu. Namun, yang sedikit tidak suka adalah keegoisan seorang laki-laki. Ketika dia menuntut perempuan harus suci, tapi dia sendiri belum tentu. Walau, saya sangat menyanjung tinggi kesucian. Sebagai perempuan, tidak seharusnya memberikan kehormatannya kepada laki-laki yang masih berstatus pacar. Agama sudah melarang itu.

Tapi, itulah seperti kata orang, kalau sudah cinta apapun diberikan untuk kekasih hati (cuiiihhhh). Duh, perempuan jangan seperti itu ya… Kalau sang pacar meminta yang satu itu, maka tindakan kita dalah PUTUSIN PACAR dan CARI PACAR BARU… Cowok yang sudah menginginkan sesuatu yang merupakan kehormatan perempuan adalah laki-laki yang tak bertanggung jawab. Kenapa harus dipertahankan. Masih banyak laki-laki yang baik. Seperti dalam salah satu firman Allah, bahwa perempuan baik-baik akan mendapat laki-laki yang baik. Dan laki-laki baik juga mendapat perempuan baik-baik…

11 pemikiran pada “Perempuan,…

  1. Sangat sulit untuk dijawab,.. ketidak adilan jika pendapat saya sama dengan Pak Abdul,.. dan sangat membohongi hati jika jawaban saya sama dengan benny,.. trus jawaban saya “itulah takdir, jika si perempuan ditakdirkan hidup dengan saya, itulah rencana Allah yang terbaik bagi hidup saya, terimalah dengan iklhas”,… seandainya saja

    Renimaldini-> Yah, jika itu terjadi sama kita pasti sangat sulit sekali..Di satu sisi merasa tertipu, disisi lain cinta sama ceweknya disatu sisi lagi mungkin tak menerima bahwa perempuan yang dicintai bisa berbuat itu dengan laki-laki lain…

  2. “…Masih ada lagi pendapat teman, dan saya simpulkan sekitar 90 persen laki-laki menginginkan calon istrinya perawan…”
    saya termasuk salah satunya…
    keperawanan adalah sesuatu yg luhur yg hanya di berikan utk suami tercinta…:)

    Renimaldini-> setujuuuuuuuuuuu…Yang satu itu emang hanya bisa diberikan untuk pria yang menikahi wanita…Wajib hukumnya…

  3. Berarti calon suami perlu di survey dan diselidiki lebih dalam Ren😀

    Renimaldini-> Betul D Deddy… Tapi gimana cara survey dan menyelidikinya.. Kalau wanita kan bisa tau apa dia masih perawan atau tidak..
    Tapi, kalo pria gimana coba..
    B Eri (Abdullah Khusairi) sang sastrawan itu aja bilang yah itulah enaknya jadi pria enggak bisa dicek apa dia masih perjaka atau tidak ..Nah loh..

  4. Ikut nimbrung ah..
    klo saya, awalnya mgkn marah, kecewa dan sejenisnya ya..maklum udah 3 taun pacaran n kenapa gak bilang2 dr dulu..
    tapi klo udah ademan dan udah bisa mikir jernih sy akan mengambil langkah begini :
    1. nanya dulu, ketidak perawanan itu terjadi karena khilaf, suka sama suka atau karena terpaksa ?.
    2. nanya lagi, berapa kali dia melakukan hal tersebut ?, dengan siapa dan hubungannya sekarang bagaimana ?.
    3. nanya lagi (nanya mulu, kayak guru..hehehe), ke depannya mo komit gak bwat ngejaga hubungan, jangan sampe khilaf lagi kek dulu (sambil tentu saya meyakinkan klo sy juga akan menjaga komitmen).
    4. ya klo dasarnya udah cinta ya udah, terusin aja…toh yang penting cintanya, bukan keperawanannya…

    mmm..gitu aja kali..kalo ada perkembangan lain, ntar sy kasi kabar..
    halah..!!!

  5. Saya masuk yang 10% mbak….
    Bagi saya itu masa lalu yang tak perlu diungkit2 lagi… dan cukup hanya untuk pijakan melangkah ke masa depan.

    Lebih penting adalah komitmen masa depan. Yang penting, setelah ini dia hanya melakukan dengan saya. Kalo setelah ini dia melakukan dngan orang lain (pacar lama, selingkuhan, dll) ya maaf saja… saya ndak bisa menerima.

  6. Laki-laki????
    keperjakaan..? Sampai hari gini aku tetap pertahankan itu..
    yah, walau banyak banget godaannya..
    Gara-gara keperjakaan, teman2 ku banyak yang tertawa.
    Hari gene..?
    Banyak yang nggak percaya kalo aku masih perjaka..
    gimana mo percaya, tampangku begundal.. n tampang banditnya perempuan.
    Tapi biarlah apa kata mereka.. Yang penting aku toh masih tetap bertahan dengan keperjakaanku ini.
    Mo dibilang kuno kek, munafik lah.. terseraH..!
    Dan aku tetap tak peduli.
    Oia, satu lagi.. masalah keperawanan.
    “VIRGIN”
    Aku tak mempersoalkan itu, mo perawan atau tidak perawan, tidak masalah bagiku..
    Lelaki memang sangat…sangat egois, sudah kencing dimana-mana, masih berharap dapat yang perawan.
    Apalah arti dari robekan selaput dara dimalam pertama? Toh, cuman setitik noda bercak darah?
    Yang penting.. Perempuan itu hatinya.. dan mau berubah ke arah yang lebih baik.
    Bagiku keperawanan tidak menjadi patokan. Mo janda, mo cewek yang nggak perawan lagi..
    Yang penting dia mo berubah, dan menjadi lebih baik.
    Bukankah hidup itu ibadah?

  7. Hampir setengah abad hidup dan hampir setengah umur berkeluarga. Banyak yang lebih penting dari hal satu ini.
    Yang penting niat. Manusia itu bukan barang yang bisa dibeli dan d iubah2…untuk memenuhi kepentingan diri kita sendiri (arogan sekali ya) Meningkatkan kemampuan kita mengasihi dan memelihara kasih itu yang harus jadi niatan selama kita berumah tangga…..dari pasangan kita masih muda/ganteng/cantik sampe agak linglung, ngomong yang ga penting2 dan mulai keriput!
    Tantangan itu selayaknya harus menjadi fokusnya.
    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s