enaknya di rumah mertua,…


rumah_gratis“Saya masih tinggal di Pondok Mertua Indah. Ingin punya rumah sendiri, tapi uang tak cukup untuk bayar uang muka. Belum lagi, kredit bulanan, bisa-bisa gaji saya habis untuk bayar kredit. Makan istri dan anak sama apa.” Hal itu dikatakan Amrizal (46) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Balaikota Padang. Pondok Mertua Indah, menjadi alternatif terakhir disaat sulitnya mencari rumah untuk tempat bernaung istri dan anaknya.

Jumat (8/11), seperti biasa dengan menggunakan sepeda motor berplat merah, Amrizal berangkat ke Balaikota Padang tempat dia bekerja. PNS yang masih bergolongan II A itu meninggalkan rumah istri dan orangtuanya di Jalan Parupuak Tabing Gang Buntu 1 Simpang Gia Tabing.

“Alhamdulillah orangtua istri saya baik. Biar saya belum bisa membelikan rumah untuk anaknya dak kami masih menumpang bagi mereka itu tidak menjadi persoalan,” kata Amrizal

yang sehari-hari bertugas di Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Kota Padang. Mempunyai rumah, menurut Amrizal adalah cita-citanya sejak lama. Setelah 21 tahun mengabdi menjadi PNS dia berharap bisa membelikan rumah untuk istrinya. Tapi, karena keterbatasan gaji, dirinya belum bisa mewujudkan niatnya tersebut. Apalagi harga rumah makin lama makin mahal.

“Saya baru diangkat 2007 lalu. Dan gajipun sudah meningkat seikit. Mudah-mudahan bisa dikumpulkan uang untuk mencicil rumah,” katanya.

Selain itu, dia juga berharap program nasional dari pemerintah untuk membangun Rumah Sehat Sederhana (RSH) bersubsidi untuk PNS dan masyarakat ekonomi rendah dapat dirasakan oleh semua PNS yang belum bisa membeli rumah. Terutama disaat suku bunga perumahan mengalami kenaikan.

Sekitar 5 tahun lalu, bapak satu anak ini pernah menanyakan harga rumah disalah satu perumahan di kawasan RSUD Sungai Sapiah. Namun, uang muka yang ditawarkan oleh pengembang sangat mahal yaitu sekitar 15 juta dengan angsuran Rp 400/bulan.

“Tentunya, jika ada RSH bersubsidi untuk PNS saya ingin sekali mendapatkannya. Malu juga setelah sekian lama menikah masih menumpang dirumah mertua,’ ungkap Amrizal.

Dari data Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar, untuk Kota Padang program seribu RSH bersubdi sekitar 500 unit rumah. Saat ini, yang terealisasi baru 300 unit dengan kebutuhan 11.456 unit. Dengan tingginya minat PNS dan masyarakat ekonomi rendah memiliki RSH bersubdi, saat ini banyak PNS yang menjadi waiting list (daftar tunggu) untuk mendapatkan RSH bersubdi. Setiap daerah, berkeinganan menyediakan RSH bagi masyarakatnya, tapi karena sempitnya tanah menyebabkan program nasional ini belum sepenuhnya tercapai. (***)

22 pemikiran pada “enaknya di rumah mertua,…

  1. hidup memang penuh misteri…….utk saat ini emang kesabaran yang menjadi tolak ukur menjalani kehidupan…selain pak amrizal masih banyak orang2 yang putus sekolah, pengangguran yang nggk tau mo diarahkan kemana hidup mereka….

    Renimaldini-> betul masih banyak orang yang hidup kebih susah dan sulit. Asalkan mau berusaha pasti ada hasil

  2. Ya… sy juga ikut berdoa Mas…., Semoga cepat memiliki rumah dan rumah bersudsidi tidak salah sasaran, namun kenyataan banyak pemilik modal membeli rumah bersubsidi sebagai investasi, kalau sudah seperti ini siapa yg disalahkan ya..?

  3. untuk kita semua, bagai manapun juga kita harus punya rumah tinggal untuk bernaung bersama istri dan anak2 kita, dengan niat positif dengan yakin dan usaha yang maksimal insya allah bisa terkabul aminn……..

  4. Rumah yang sederhana kelihatannya cukup nyaman untuk dihuni, kalau berkenan bagi denah dan gambar detailnya ya Bu … saya sangat tertarik membangun rumah seperti Ibu Matur Nuwun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s