Mengingat Kematian Xt


Belum juga ada yang baru, begitu nasib blog renimaldini sekarang. Tak ada lagi info atau tulisan baru. Entah, kenapa akhir-akhir ini semua serba malas. Mungkin karena pekerjaan yang makin tidak bisa dibagi. Akibatnya, blog kesayangan ini sedikit tersisih.

wetuteluSekarang, ketika ingin nulis, ehh malah gak ada ide. Tapi, untuk sekedar sharing sama teman-taman dan juga sesama manusia, ada sebuah tulisan yang entah dikirim siapa ke email saya. Tak ada salahnya tulisan dibawah ini untuk diketahui ya…. Karena kita sama semua ;
mahluk ciptaan Yang Maha Kuasa…..
SESUNGGUHNYA MENGINGAT MATI ITU ADALAH BIJAK

“Tanda 100 hari menjelang meninggal”

Tanda ini memberi rasa nikmat dan bagi mereka yang sadar dan jika hati kita tergelitik bahwa mungkin ini adalah tanda ajal menjelang, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaatnya …

dscn2780Tanda ini akan terjadi lazimnya selepas waktu Ashar, dimana seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging sapi yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati
daging tersebut seakan-akan bergetar…. ..

Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri dengan amal ibadah dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Ini adalah tanda pertama dari Tuhan kepada hamba-Nya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendaki- Nya…… Walau bagaimanapun semua orang akan mendapat tanda ini, hanya saja ada yang menyadari ada pula yang tidak…..

“Tanda 40 hari”

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Ashar, dimana bahagian pusar kita akan berdenyut-denyut. Pada saat itu daun yang bertuliskan nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Singgasana Tuhan. Maka Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mulai melakukan persiapan atas diri kita, diantaranya adalah mengikuti kita sepanjang waktu …

Dapat saja terjadi Malaikat Maut ini memperlihatkan wujudnya yang asli secara sekilas. Jika hal ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika… Malaikat maut ini hanya 1, tetapi kewenangan untuk mencabut nyawa adalah sama dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya..

“Tanda 7 hari”

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit, dimana orang sakit yang tidak nafsu makan, secara tiba-
tiba berselera untuk makan…

“Tanda 3 hari”

Pada saat ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dirasakan maka berpuasalah kita selepas terjadinya hal itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan jenazah kita nanti….

Saat itu juga bagian hitam mata kita tidak akan bersinar lagi, dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat diperiksa jika kita melihatnya dari bahagian sisi… Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam…Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan..

“Tanda 1 hari”

Akan terjadi sesudah Ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di bagian belakang kepala, yaitu di sekitar ubun-ubun dimana hal ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Ashar keesokan harinya….

“Tanda akhir”

Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk di bahagian pusar dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian tenggorokan. ..Pada saat ini hendaklah kita terus berdo¢a dan berdiam diri dan menantikan kedatangan Malaikat Maut untuk menjemput kita kembali kepada Tuhan yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan kita pula…

Tulisan di atas ini mungkin akan bisa membuat kita lebih menyadari siapa kita di dunia ini…

5 pemikiran pada “Mengingat Kematian Xt

  1. merinding waktu baca

    menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Ashar keesokan harinya….

    Uni gimana kabarnyo?😀

    Renimaldini-> betul petak, andai asyar itu tak ditemui lagi…
    Kabar??? baik kok…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s