KISAH SANG PRESIDEN


DUA pekan pasca tragedi pelemparan sepatu ke Mr Bush—ketika sesi jumpa pers dengan wartawan. Media di seluruh dunia masih setia mengupas habis kisah memalukan di ujung masa jabatan sang vice president ini. Mulai dari koran terbitan Amerika, Irak hingga di kutub selatan.

Kemudian, ada pertemuan penting membahas masalah krisis global dan lingkungan di Hawaii. Pertemuan ini dihadiri sekitar 35 kepala negara/perdana menteri. Pembahasan yang sudah berulang-ulang kali dilakukan dan belum juga ditemukan solusi terbaik.

Sebuah fax berupa undangan tergelatak di meja perdana menteri Italia. Sang perdana menteri berpikir, acara ini sangat penting untuk dihadiri. Ini bukan hanya persoalan krisis tapi, akan dihadiri oleh kepala negara/perdana menteri.

Sang perdana menteri Italia pun—bergerak emngambil telpon genggam dan memencet nama temannya. “Kira-kira dia pergi tidak? Bagusnya diundang juga,” begitu kata-kata yang terlintas di pikiran perdana menteri ketika hendak menelpon presiden —teman seperjuangannya—dari negara Indonesia.

“Kamu pergi nggak? Asyik juta nih pertemuan nanti. Kita bakal ngegosip… (pastinya). Yang jelas, si Bush harus datang. Ada pertanyaan penting yang ingin saya tanya,” kata perdana menteri kepada temannya.

Tiga hari kemudian, acara yang dinantipun tiba. Pertemuan dilakukan di salah satu hotel termewah di Hawaii. Banyak kepala negara/perdana menteri hadir di acara itu.

Perdana Menteri Italia pun tak ketinggalan ada di sana. Tiba-tiba di pintu masuk muncul Mr Bush. Presiden ini seperti biasa, menyalami teman-temannya. Namun, ada yang aneh kali ini. Banyak orang yang bisik-bisik sambil mengusap mukanya.

Secara spontan, seorang kepala negara berkata,” Saya prihatin dengan kejadian yang menimpa anda. Tapi, sampai saat ini yang masih belum terjawab adalah, bagaimana perasaan anda ketika sepatu itu melayang. Kok bisa ya anda mengelak sangat cepat (secepat itupula sepatu melayang)”

Mr Bush menjawab singkat,” No Coment. Tanya saja sama ajudan saya. Enak kali ya, kena lempar sepatu”.

Jawaban Mr Bush ternyata mengundang pertanyaan dari kepala negara lain. “Apa anda dapat tidur nyenyak setalah dihadiahi sepatu?

“Ah, sudahlah tidak usah dijawab. Itu mungkin kado perpisahan untuk saya,” kata Bush.

What???? Satu kata spontan dilontarkan beberapa orang kepala negara sambil menggeleng-gelengkan kepala…

Capek deh…

Kisah di atas adalah sebuah khayalan dari renimaldini. Jika ada yang merasa tersinggung tidak usah melayangkan tuntutan apalagi somasi. Karena renimaldini hanya orang biasa. Paling-paling bisa bayar dengan sepatu bututnya…

Memperkenalkan:

Perdana Menteri Italia : Bradd Pit

Presiden Indonesia      : David Craigh

G W Bush                  : Leonaardo Di Caprio

Pemeran Pembantu

Doni Damara, Teuku Wisnu, Laudya C Bella dan Tina Talisa

Created by: Kustiah Reni Putri

10 pemikiran pada “KISAH SANG PRESIDEN

  1. Sebetulnya, setelah kejadian itu, Bush dapat tidur nyenyak. Tak terpengaruh atas kejadian siang harinya. Namun, saat tengah tidur pulas, Bush bermimpi dilempar sepatu lagi oleh Muntazar Al Zaidi, jurnalis Al Baghdadia itu.

    Bush sekarang bingung bagaimana cara mengelak jika di neraka kelak ia dihukum dilempar sepatu oleh seluruh penduduk Bumi.

    Renimaldini-> Dalam mimpinya itu, Bush marah-marah sambil menutupi muka (malu karena mukanya benjol kena sepatu)…

  2. hahahhaa…khayalan reni adoh2 se…masuak lah awak ciek ren.sebagai pengawal bush ndak ba juo do..tapi kalau bisa manggantian brad piit jadi PM Itali. stuntmen dak ba juo do… hehehe

    Renimaldini-> he…he..he… jadilah beko reni masuan anto jadi peran pembantu sebagai ajudan PM Italia

    tapi kalo menggantikan mas Brad Pitt,, enak aja.. mana bisa jauuuuh kaleeeeeee…

  3. kalau aku jadi SBY, langsung jumpa pers dengan membawa komentar, mohon saya jangan dilempari. itu tidak baik untuk budaya ketimuran… he he he… ada wartawan yang berani!!!

    Renimaldini-> Ha…Ha..Ha…. Sebelum kena lempar mending jaga-jaga dulu ya B eri… Untuk SBY gak mungkin lah kena timpuk (wajahnya inoncent sekali)

  4. Kalo saya jadi Bush, saya akan bilang, “Terima kasih atas lemparan sepatunya. Inilah yang saya harapkan dari Irak sejak lama. Saya tidak berharap akan dianiaya apalagi dibunuh. Saya tidak takut itu. Karena begitu saya mati terbunuh, seluruh dunia, khususnya rakyat AS pasti berang dan bisa menyulut Perang Dunia III.

    Tapi dengan lemparan sepatu itu, maka saya pun dapat menyadari kesalahan, kesembronoan dan kekhilafan saya selama ini. Tapi apa yang saya lakukan selama menjadi presiden AS, termasuk dalam menyerang Irak, bukan keputusan saya sendiri loh. Saya ini punya banyak pembisik yang memberi masukan.

    Tapi apapun yang mereka bisikkan, kesalahan tetap ada di pundak saya. Maka, sekali lagi, maafkan saya ya. Mudah-mudahan saya bisa tidur nyenyak hingga ajal menjelang. Salam damai untuk semua dari orang yang telah berbuat kerusakan di bumi ini.”

    Tertanda, Bush yang Salah

    Renimaldini-> Andai Mr Bush mau ngaku salah…..

  5. Aksi ngelempar sepatu merupakan salah satu pelajaran penting bagi pebisnis, gak percaya, sepatu buat ngelempar Bush laku dilelang 1 M lebih hehehe, cara menaikkan daya saing bisnis : buatlah sensasi, tapi tidak disarankan dilakukan di negeri ini hahaha…

    renimaldini-> mahal banget ya sepatu itu…

  6. jaan kisah-kisah presiden2 juo lai..cb buek kisah reni lai…bako gadang anak da tos lai…dipagarakannyo Nte Reni nyo…Tante-tante koq tante macih cendili..he2…sorryyyy…he2

    renimaldini-> ha..ha… malu awak samo ponakan ko…,

  7. wuaaaa…haha..kreatif..kreatif uni…..🙂
    kalo berpastisipasi lempar wajah bush dgn sepatu, boleh tuh banyak game online “lempar wajah bush dg sepatu” yg bersileweran dg dunia maya…tinggal cari di om google.

    renimaldini-> game yang lucu dan kreatif juga…he..he..

  8. Ha….ha….ha….
    Ternyata selain tambah puitis, lu jg tambah lucu kustiah, lumayan…
    menghibur gw yang lagi kalut nih…
    salam buat leonardo di caprio alias Bush deh…
    telur telur ulat ulat kepompong kupu-kupu…kacian de lu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s