“Ancolnya” Sumbar di Padangpanjang


JAKARTA punya Ancol, maka Sumbar punya Mifan (Minang Fantasi), sebuah arena water park (permainan basah) dan dry park (permainan kering). Berbagai arena permainan bisa dinikmati bersama keluarga untuk mengisi libur akhir pekan. Ketika berada di Mifan yang berlokasi di Silaiangbawah Padangpanjang, pengunjung langsung disuguhkan dengan pemandangan alam—khas Kota Padang panjang yang sejuk dan adem. Udara khas alam pegunungan sangat terasa di areal permainan yang dikeliling dengan perbukitan.

Arena permainan mifan (10)Menutup akhir tahun 2008, keluarga besar Riau Pos Grup (RPG) Divre Padang mengisi libur akhir tahun di Mifan Padangpanjang, Minggu (28/12). Meski tidak sementereng Ancol dan Dufan, Mifan memiliki ciri dan keindahan tersendiri, yaitu lokasi yang bernuansa pedesaan dan pengunjung bisa melihat Gunung Merapi dan Gunung Singgalang yang menjulang tinggi dengan gagahnya.

Ketika sampai di arena Mifan, rombongan yang terdiri dari POSMETRO Padang, Padang Ekspres, Padang TV langsung menyerbu berbagai arena permainan—terutama water park yang sangat menarik untuk diikuti. Pengunjung Mifan dapat menikmati pemandian di kolam khusus wanita, kolam olimpic modifikasi, kolam air hangat, dan kolam anak-anak. Mifan juga menyediakan bumper boat, bumper car untuk memanjakan pengunjung.

Selain santai di Mifan, pengunjung juga dapat menikmati iven tradisi Minangkabau di bagian Timur Minangkabau Village. Keluarga besar RPG Divre Padang agaknya tepat mengunjungi tempat ini untuk rekreasi, karena areal kawasan ini memiliki luas 10 ha yang dilengkapi dengan pepohonan yang rindang dan beragam, cocok untuk menikmati bekal di bawah rindangnya pepohonan.

DSC_7410Salah satu wahana permainan favorit pengunjung adalah water park. Para pengunjung dapat menikmati seluruh permainan yang pasti selalu basah karena berhubungan dengan air. Pengunjung dapat merasakan sensasi saat berbaring di atas pelampung sambil menikmati hijaunya perbukitan.

Bagi orang dewasa, berbagai permainan dapat memacu adrenalin ketika menaiki Legend Beach (kolam ombak), Batang Anai Lazy River (kolam arus), Niagara Pool dan Open Slide. Kenikmatan dan sensasi ketika mencicipi dinginnya air menjadi keasyikan tersendiri. Seperti, ketika berada di Legend Beach kita akan menikmati dan merasakan gelombang buatan layaknya ayunan ombak di lautan dan benar-benar seperti tengah berada di tengah lautan.

DSC_7399Belum puas menikmati wahana permainan yang ada, kita juga disuguhi permainan untuk anak-anak dan dewasa seperti, Kiddy Pool, Ember Tumpah, Multi Racer Slide dan kolam khusus wanita.

Sementara, jika Anda yang takut dengan air tidak perlu kwatir. Wahana permainan dry park sudang menunggu untuk dicoba, yaitu Bombom Car, Outer Space Car, Piring Terbang (Ufo), Carousel, Jump Around. Dan tak ketinggalan bagi yang ingin menjadi pembalap, ada permainan Go Cart yang patut dicoba.

Suasana lokasi permainan yang sejuk dan indah membuat pengunjung akan betah berlama-lama—terutama pasangan suami istri yang sudah memiliki anak. Capek mencoba semua wahana dan ingin tetap bersantai di Mifan, pengunjung juga bisa menginap. Saat ini, di Mifan sudah tersedia enam unit cottage yang disediakan dengan harga yang bervariasi, sesuai dengan ukuran, jumlah hunian. Seperti Rumah Gadang Rajo Babandiang misalnya. Dengan daya tampung mencapai 50 orang, rumah ini disewakan dengan harga Rp 1,5 juta per malam. Untuk Rumah Gadang Rajo Maharam dengan kapasitas 40 orang, disewakan dengan harga Rp 1,25 juta per malam.

Selain itu juga tersedia Rumah Gadang Kajang Padati untuk 40 orang dengan harga Rp 1 juta per malam, serta Rumah Gadang Pasisia, Rumah Gadang Tanah Datar dan Rumah Gadang Luhak Agam, yang masing-masingnya berdaya tampung 30 orang dengan harga Rp 750 ribu per malam. Setiap cottage yang tersedia di objek wisata Mifan ini juga dilengkapi fasilitas seperti kamar mandi, serta perlengkapan makan dan dapur selain telah tersedianya sembilan unit wahana water park dan tujuh unit aneka wahana dry park.

Bagi yang sudah berkunjung ke Ancol dan membandingkan dengan Mifan, tentu mempunyai penilaian tersendiri. Keberadaan wahana permainan water park dan dry park bisa menjadi alternatif liburan bagi keluarga yang sudah bosan dengan suasana liburan di tepi pantai atau ke Bukiktinggi. Tak ada salahnya mencoba dan menikmati sensasi liburan dan refreshing dengan kolam ombak atau ember tumpah. Penasaran? Silahkan coba dan nikmati. (kustiah reni putri)

Foto : Ridwan/Padek

9 pemikiran pada ““Ancolnya” Sumbar di Padangpanjang

  1. Jujur saja, saya (yang orang Jawa ini) mengagumi kebudayaan Minang. Dari segi tradisinya, bahasanya, Rumah Gadang, Jam Gadang, dsb, saya suka. Bahkan, saya pengen banget dapet gelar “Sutan”. He..he.. (mimpi kale yah). Satu yang saya tidak suka dari Minang: masakannya. Pedes. Ga bersahabat bagi perut saya. Kapan2, kalo ada kesempatan ke Sumbar lagi, saya pasti tidak akan melewatkan Mifan. Trims infonya. BTW, kalo dari Bukittingi ke Padangpanjang itu berapa jam?

    Renimaldini-> Oooh, mas arief ini orang Jawa toh… (Jawa mana mas…)
    Makasih.. Makasihh udah mengagumi budaya orang Minang (mudah0-mudahan tidak hanya sekedar mengagumi)…
    Mau dapat gelas Sutan??? Gampang aja, merrid ama gadis minang..bakal dapat gelar si Sutan Mudo.. he..he..
    Udah pernah Ke Sumbar ya??? Dari Bukittinggi ke Padangpanjang gak lebih dari 30 menit… (atau kurang) kalo gak macet dan kalo gak pake makan sate dulu….

  2. Wah baru yo Ni, kalo dr foto dah ok sekali tuh, kapan2 ntar kesana, tapi berenang di Padang Panjang ? Apa ndak beku ntar😀

    Renimaldini-> Yah, lumayan deh D Deddy.. Buat Sumbar saat ini , Mifan kayaknya jadio favorit di akhir pekan (padangpanjang dibikin tinggi PAD nya)
    Dingin bangeeeeeeet.. udara padangpanjang kan udah dingin sekali, trus lokasi juga dikelilingi perbukitan makin dingin deh.. Tapi gak apa-apa sayang kalo gak kesana…

  3. Kalo pake makan sate dulu, apalagi makan rendang dulu, bisa dua hari baru nyampe. He..he.. Iya, bener, saya mengagumi kebudayaan Minang. Banyak tokoh2 pergerakan nasional anak Minang yang saya kagumi, di antaranya, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Sutan Takdir Ali Sjahbana, Tan Malaka, dan lain-lain. Nama yang saya sebutin terkahir tuh, wih, gue banget deh pokoknya. Satu di antara sedikit yang saya ketahui tentang Minang tuh, di sana tidak ada feodalisme, masyarakatnya egalitarian banget. Maka, tidak heran, kalo banyak “pemberontak” (baca: pejuang kemerdekaan) lahir dari tanah Minang.

    Saya pernah dua kali ke Padang dan Bukittinggi. Di Bukittinggi, saya berkunjung ke rumah Bung Hatta kecil (kalo ga salah deket pasar atas) yang sekarang dijadiin museum. Di tempat itu, penjaga museum bilang: “Bung Hatta berjanji tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka.” Nanti, kalo ada kesempatan ke Bukittinggi lagi, saya pasti mampir ke Mifan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s