KEADILAN di ATAS Trotoar


BANYAK kisah yang dialami bagi orang yang sehari-hari tidak makai sepeda motor, mobil jika beraktivitas ke luar rumah. Jalan kaki, lantas naik angkot kemudian jalan kaki menuju tempat tujuan.

Lalu, apa kisah yang sering dialami orang yang setia menggunakan “dua kaki” ini untuk mencari dan mencari apa yang ada dibenaknya. Mungkin, bagi Anda salah satu yang sering jalan kaki, mungkin pernah mengalami ini, yakni kesulitan di trotoar.

Kesulitan berjalan di trotoar. Kenapa? Karena trotoar sekarang udah aneh-aneh dan gak layak lagi dibilang trotoar. Bagi saya, ketika berjalan ke kantor, di trotoar dekat perempatan Bagindo Aziz Chan, terpaksa harus turun dari trotoar ke jalan raya. Pasalnya, ada posko pak Polisi di atas trotoar dan menghabiskan ruang milik jalan (Rumija) bagi pejalan kaki.

Kemudian, ada lagi, di dekat sebuah minimarket, mobil-mobil yang berbelanja, ‘ekor’ mobilnya menutupi trotoar. Dan terpaksalah mengalah lagi.

Tapi, ada lagi yang anehnya, jika mobil, motor parkir di atas trotoar, kemudian, ada baliho segede gajah menghabiskan Rumija, dan pos pak Polisi nangkring di atas trotoar. Lalu bagaimana dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang sering dimarah-marahi dan ‘ditertibkan’ sama petugas Satpol PP? Jawabannya mungkin bermacam-macam. (*)

Satu pemikiran pada “KEADILAN di ATAS Trotoar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s