Enakkah Jadi Gubernur….


DSC_0105JELANG masa bakti empat tahun ini, gubernur meraih kado istimewa yang akan diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Minggu (15/8) di Istana Negara. Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Gamawan Fauzi SH MM, sebuah penghargaan Bintang Mahaputra kelas III. Bintang ini adalah penghargaan sipil yang tertinggi, tetapi dikeluarkan dan diberikan sesudah Bintang Republik Indonesia. 

Tanda Kehormatan Mahaputera Utama ini, sebelumnya pernah diraih mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas, yang pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada Kabinet Pembangunan VI, zamannya Soeharto. Kepastian penghargaan ini diperoleh melalui surat yang dikirim Sekretaris Negara RI Sekretaris Militer No: R-448/Sesmil/08/2009.

Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi dari puluhan penghargaan yang pernah diraihnya selama berkiprah di pemerintahan. Beberapa penghargaan pernah diraih alumni Fakultas Hukum Unand ini diantaranya, penerima Bung Hatta Anti Corruption Award 2004, saat menjabat Bupati Solok.

Gamawan (16)Sekarang, ketika masa jabatannya tinggal satu tahun–bersama pasangannya–Wakil Gubernur Prof Marlis Rahman, Gamawan Fauzi menerima satu penghargaan lagi. Apa arti penghargaan yang diberikan presiden kepada Gamawan, yang telah menyebutkan tidak akan bertarung kembali sebagai gubernur Sumbar periode 2010-2015 ini. Dan bagaimana target pembangunan yang akan dilakukan hingga masa baktinya berakhir? Berikut petikan wawancara saya dengan Gamawan Fauzi usai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN), Rabu (12/8) di Aula Kantor Gubernur.

 Bapak kembali menerima penghargaan dari presiden. Apa arti penghargaan Bintang Mahaputera Utama ini bagi seorang Gamawan Fauzi?

Pertama, tentu saya mengucapkan syukur Alhamdulillah. Saya tidak pernah menyangka menerima Bintang Mahaputera Utama dari presiden. Kepastian baru didapat dari surat yang dikirim Sekretaris Negara RI.

 Bintang Mahaputera Utama bisa disebut adalah penghargaan tertinggi diantara banyak penghargaan yang pernah bapak raih. Sebenarnya, kriteria penilaian apa yang diberikan sehingga Mahaputera Utama diraih oleh gubernur Sumbar?

Pertama, jujur saya sendiri tidak tahu kenapa bisa menerima penghargaan ini. Mungkin tim penilai melakukan rekapitulasi seluruh penghargaan sebelumnya. Kedua, selama menjabat sebagai bupati Solok saya juga banyak menerima penghargaan, salah satunya Bung Hatta Award, Pelayanan Satu Pintu.

Sebenarnya selama menjabat sebagai bupati dan gubernur, sudah berapa penghargaan yang diraih. Ada yang istimewa dari sekian banyak penghargaan yang bapak raih?

Wah, berapa ya? Kalau dihitung-hitung mungkin sudah banyak sekali, hampir 40 lebih.

Kalau ditanya yang istimewa, semuanya ada arti khusus. Bagaimanapun setiap raihan prestasi merupakan keberhasilan seluruh masyarakat. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur semuanya untuk kemajuan masyarakat.
Bagi saya sendiri, setiap penghargaan merupakan motivasi untuk lebih baik dan lebih banyak berbuat untuk bangsa dan negara.

Diluar raihan prestasi yang bapak raih, banyak yang menilai selama memimpin Sumbar, bapak dibilang tidak tegas, hanya melontarkan ide-ide. Sehingga disebut sebagai gubernur wacana. Bagaimana bapak menanggapi hal tersebut?

Hmm…, saya dibilang tidak tegas dan hanya berwacana. Mungkin, saya boleh menjelaskan sedikit persoalan yang ada. Pertama, pasca otonomi daerah, posisi gubernur sekarang berbeda dengan sebelumnya.
Dulu, seluruh izin keluar dari gubernur. Bupati/wali kota meminta izin kepada gubernur. Sekarang, seluruh izin dari bupati.

Kedua, saya sekarang sebagai gubernur berusaha melakukan ide, inovasi yang diarahkan kepada bupati/wali kota. Seperti target 100 ribu kakao di seluruh kabupaten/kota. Kemudian, pemberian kredit mikro nagari sebesar Rp 30 miliyar.

Seluruh program provinsi ini disepakati dengan bupati/wali kota–sebelum dilaksanakan. Tapi, dari evaluasi saya, masih banyak daerah yang tidak serius. Saya sendiri tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa menyurati, mengingatkan bupati/wali kota.

Bisa dikatakan bapak tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan luas?

Dampak otonomi, gubernur tidak memiliki kewenangan lagi. Saya tidak bisa arogan dan mengeras kepada bupati/wali kota. Itu tidak style saya dalam memimpin. Saya bekerja dengan sistem yang ada. Mentaati semua sistem.

Bisa dikasih bocoran, bagaimana bapak berkoordinasi dengan 19 kepala daerah di Sumbar. Bagaimanapun, sukses atau tidaknya pembangunan di Sumbar, bisa dilihat dari kepemimpinan gubernurnya.

Menjadi gubernur tidaklah gampang. Harus memiliki wawasan luas, dapat menjembatani kebijakan dengan seluruh bupati/wali kota. Saya bersama Wagub mencoba mensinkronkan kebijakan pembangunan provinsi dan kabupaten/kota.

Salah satunya, dengan Rakor dengan bupati/wali kota. Di dalam Rakor, saya mencoba membuat kerjasama dan kesepakatan dengan para kepala daerah. Hal ini, tidak terlepas dari kesungguhan dari kepala daerah membangun wilayahnya.

(Rakor gubernur dengan bupati/wali kota ini pernah mendapat pujian dari Mendagri Mardianto dan beberapa gubernur di Indonesia lainnya.)

Bapak tidak akan ‘bertempur’ dalam Pilgub 2010 nanti. Apa pekerjaan yang masih dikebut menjelang habis masa jabatan ini?

Menjelang masa bakti yang tinggal satu tahun lagi, tentunya saya ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumbar. Beberapa pembangunan infrastuktur sekarang terus dikebut. Ada lima pembangunan yakni, Jembatan Kelok 9, Jembatan Fly Over Duku, Jalan Padang Bypass tahap II, Jalan Pantai Padang dan Jalan Sicincin Malalak.

Terakhir, tentu saya berharap Masjid Raya Sumbar bisa digunakan tahun depan. Setidaknya, ketika Gamawan tidak menjabat, Masjid Raya sudah bisa dipakai shalat dan ada tempat wudhuknya.

Kemarin, usai peringatan HAN bersama ratusan pelajar TK, SD, SMP, SMA, gubernur bersama Ny Vita Gamawan langsung berangkat ke Jakarta. Gamawan yang dipilih masyarakat Sumbar sebagai gubernur diusai yang terbilang muda–38 tahun ini, berharap Sumbar terus berbenah dan maju diberbagai sektor pembangunan, baik pendidikan, kesehatan, dunia usaha dan investasi menggeliat. (***)

6 pemikiran pada “Enakkah Jadi Gubernur….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s