Merah Putih (1)


SEMUA demam bola. Untuk sejenak, mata masyarakat mulai dari buruh, petani, tukang  ojek, guru, hingga menteri, CEO, sampai wartawan begitu mengelu-elukan para punggawa Timnas Indonesia.

Ya, sejak Piala AFF 2010 ditabuh, penampilan Firman Utina dkk sudah menyuri perhatian masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, para ABG yang lebih menyukai senyuman Edward Pattison Cullen, personel BBF, secara tiba-tiba menyerbu stadion Gelora Bung Karno (GBK). Tidak cukup pergi ke GBK, ABG ini pun menyantroni Irfan
Bachdim– idola baru ABG di tanah air–, hanya untuk minta foto bareng, atau tanda tangan.Ah, senangnya melihat fenomena ini. Ternyata, rasa nasionalisme masyarakat Indonesia masih ada ternyata. Saya kira mereka tidak lagi bangga dengan nama Indonesia. Tapi, sepakbola (kembali) terbukti bisa memersatukan seluruh elemen masyarakat.

Luar biasa, fantastis, bombastis, spektakuler, saya begitu merinding ketika mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di GBK, ketika laga timnas dengan Malaysia, Laos, Thailand dan Filipina. Seluruh penonton begitu bangga bernyanyi dan memegang lambang Garuda di dada mereka.

Alangkah indahnya. Ketika melihat stadion GBK memerah, wah, sudah seperti menonton laga final Piala Dunia Afrika Selatan 2010, Spanyol vs Belanda. Anak kecil, tua, muda, presiden, menteri, ketua partai hingga petani, saya jamin menjadi satu padu di GBK. Semua meneriakkan Indonesia, Garuda dan Merah Putih.

Lihatlah, bagaimana ekspresi Presiden SBY ketika tendangan Oktovianus Maniani melambung di atas jala kiper Filipina. Belum lagi, ekspresi Ny Ani Yudoyono yang begitu berjingkrak-jingkrak kegirangan ketika tendangan Cristian ‘El Loco’ Gonzales merobek gawang Filipina.

Tingkah puluhan ribu masyarakat Indonesia di GBK tak kalah dahsyat dengan tingkah kawan-kawan di redaksi ketika menyaksikan lima laga sempurna yang dijalani tim besutan Alfred Riedl itu. Kawan-kawan di redaksi yang didominasi kaum hawa itu memerlihatkan pola tingkah berbeda.  “Goyang bola tu snek. Ondeh mandeh baa kok dak masuak.
Lari taruih Okto.” Begitulah berbagai ucapan yang terlontar dari para kawan-kawan yang sebelumnya sangat mencintai timnas Argentina, Brazil, Belanda, serta Spanyol itu.

Sekarang, Garuda tinggal selangkah lagi merasakan euforia sebagai seorang pemenang. Saya rasa, tahun ini sudah saatnya Timnas Indonesia membawa kado kemenangan untuk bangsa Indonesia yang tengah bimbang, karut marut persoalan korupsi, dan lainnya.

Mungkin sudah saatnya rasa nasionalisme kembali menggeliat dan memanas untuk membangun bangsa ini lebih maju dan berbudaya.
Laga final Indonesia vs Malaysia harus dimenangkan timnas, baik ketika bertanding di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (26/12), serta leg II di Stadion GBK, Rabu (29/12). Hidup Indonesia, Merdeka!!!

renimaldini/23 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s